IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pertamina Tingkatkan Penggunaan Gas 628 MBOE

Pertamina Tingkatkan Penggunaan Gas 628 MBOE

Written By Indopetro portal on Wednesday, 20 May 2015 | 18:26

indoPetroNews.com - PT Pertamina (Persero) tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan penggunaan gas bumi dari saat ini 286 juta barel setara minyak (MBOE) menjadi 628 MBOE atau naik 120 persen pada 2025, dengan kunci permintaan di sektor ketenagalistrikan dan industri.

Direktur Energi Baru Terbarukan PT Pertamina (Persero) Yenni Andayani mengatakan, Pertamina dapat berperan penting dalam mewujudkan target bauran energi yang dicanangkan pemerintah. Menurut dia, bauran energi nasional memerlukan upaya nyata karena tantangan yang dihadapi cukup berat, seperti volatilitas harga minyak dunia, risiko nilai tukar, disparitas harga gas domestik dan LNG dunia, kompleksitas pembebasan lahan untuk infrastruktur, dan belum penuhnya penerapan open access untuk efisiensi penggunaan infrastruktur.

"Untuk mengatasi tantangan dalam mencapai target pemerintah tersebut, Pertamina telah menyiapkan beberapa langkah strategis, baik dari sisi pengelolaan permintaan, pasokan, harga, maupun pengembangan infrastruktur," kata Yenni dalam siaran pers, Rabu (20/5).

Yenni menambahkan, untuk menjaga permintaan di tengah sensitivitas konsumen terhadap harga, blending antara gas domestik yang relatif lebih murah dengan LNG dapat menjadikan harga lebih atraktif dibandingkan opsi bahan bakar lainnya, di mana harga nantinya dapat ditetapkan bervariasi berdasarkan segmentasi atas daya beli, karakter industri, volume, dan contract term.

Di sisi lain, Pertamina dapat berperan sebagai agregator yang dengan kemampuannya mengelola pasokan gas melalui penguasaan portofolio bisnis gas di dalam dan luar negeri, dari hulu ke hilir (gas pipa dan LNG) secara terintegrasi.

Selanjutnya, untuk optimalisasi pemanfaatan infrastruktur Pertamina dapat bersinergi dengan BUMN dan pelaku pasar lainnya untuk memastikan pemanfaatan infrastruktur yang ada secara efisien, di antaranya dengan jalan open access.

“Dengan kemampuan dan reputasi yang dimiliki, Pertamina sesungguhnya telah dapat berperan sebagai agregator gas secara alamiah di Indonesia yang dapat menjalankan fungsi strategisnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan gas nasional, dengan sektor ketenagalistrikan dan industri sebagai kunci pertumbuhan permintaan gas di masa mendatang,” kata Yenni.

Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said dalam Indonesia Oil and Gas Development Plan baru-baru ini mengungkapkan, pemerintah menargetkan pada tahun 2025 penggunaan minyak berkurang dari 44,67 persen menjadi 25 persen dari total kebutuhan energi nasional sekitar 2.857 MBOE.

Adapun, kebutuhan gas diperkirakan akan meningkat dari 286 MBOE menjadi 628 MBOE atau meningkat sekitar 120 persen, di mana 65 persen di antaranya akan diserap oleh pembangkit listrik.

Seperti diketahui, PLN sedang mengembangkan pembangkit listrik untuk mensuplai kebutuhan listrik sebesar 35 Giga Watt (GW) pada tahun 2019, dan 36 persen dari pembangkit listrik tersebut memanfaatkan gas sebagai bahan bakar. Beberapa di antaranya yang sedang berjalan adalah 0,6 GW pembangkit listrik di Arun dan Batanghari di wilayah Sumatra, Pesanggrahan, Bali dan Bangkanai di Kalimantan.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login