IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » SKK Migas Jadi BUMN Khusus

SKK Migas Jadi BUMN Khusus

Written By Indopetro portal on Saturday, 30 May 2015 | 18:10

indoPetroNews.com - Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana untuk membentuk holding atau BUMN baru pada sektor minyak dan gas bumi (Migas).
Publik bertanya-tanya, Lembaga apakah nantinya yang akan dibentuk pemerintah, sementara diketahui saat ini sudah ada PT. Pertamina (Persero) dan PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.
Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, memberikan beberapa tanggapan dalam kesempatan wawancara bersama indoPetro di Jakarta, Jumat (29/5) malam. Berikut petikan wawancaranya,
Bagaimana tanggapan anda terkait dengan dibentuknya BUMN baru sektor Migas?
Itu bukan BUMN baru, itukan akan dirancang di dalam Undang-undang Migas, dan RUU Migas itu bukan domainnya Rini Sumarno. Melainkan itu ada di kementerian ESDM. Jadi persepsinya salah. Bukan semata-mata pemerintah harus membuat nama baru.
Apakah ini berkaitan dengan BUMN Khusus-nya SKK Migas?
Ia, ada pemikiran, SKK Migas itu nanti dibubarkan dan diganti dengan BUMN Khusus. Tapi menurut saya itu tidak perlu. Sebab fungsi dan peran SKK Migas itu alihkan saja ke Pertamina itu sudah cukup. Buat apa bikin BUMN lagi. Sebab jika buat BUMN yang baru perlu modal, infrastruktur dan segala macam. Itukan hanya membuka peluang untuk menempatkan orang saja. Udah serahkan saja ke Pertamina.
Bagaimana teknisnya jika nanti SKK Migas digabung dengan Pertamina ?
Nantinya akan dibuat divisi khusus yang menangani kontraktor-kontraktor asing. Kan dulu juga ada dibawah Pertamina.
Sebab pertamina sudah punya infrastruktur, sudah punya kantor dimana-mana, udah punya karyawan dimana-mana, dan lain sebagainya. Kemudian orang SKK Migas masukkan di Pertamina.
Negara akan mendapat untung besar jika Pertamina dan SKK Migas digabungkan menjadi satu. Sebagai contoh, Malasyia yang cuma punya satu Petronas saja. SKK Migas punya keuntungan dan pertamina punya keuntungan, jika digabung itu lebih besar daripada Petronas. Kalau saya perkirakan, keuntungan Petronas dalam satu tahun sekitar US$ 20 Miliar, atau sekitar Rp.200 triliun. Sementara keuntungan SKK Migas itu berada di angka Rp.300 triliun per tahun. Dan Pertamina itu sekitar Rp. 80 triliun per tahun. Jadi jelas besaran kita jika digabung.
Sedikit tanggapan anda dengan Revisi Undang-undang Migas ?
Sekarang, setiap pembahasan Undang-undang, pemerintah selalu bikin lembaga baru. Jadi kita sudah kebanyakan lembaga. Komisi ini itu, lembaga ini itu, sehingga sangat sulit mengawasinya
Diketahui sebelumnya, Menteri BUMN, Rini Soemarno tengah merencanakan penyusunan roadmap BUMN pada lima tahun ke depan, namun semua bergantung kebutuhan dan diskusi tingkat lanjut dengan pimpinan negara. "Ini salah satu program mempersiapkan roadmap, saya tidak bisa menjawab akan ada holding. Tapi itu menjadi salah satu pemikiran yang ada," jelas Rini.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login