IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Bubarkan Petral, Pemerintah Dituding Keliru

Bubarkan Petral, Pemerintah Dituding Keliru

Written By Indopetro portal on Monday, 1 June 2015 | 12:46

indoPetroNews.com - PT. Pertamina (Persero) dinilai sangat membutuhkan perwakilan badan usaha di luar negeri. Untuk itu pemerintah dianggap keliru membubarkan Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang berbasis di Singapore.

Demikian dikatakan Anggota Komisi VII DPR, Hari Purnomo di Jakarta, Senin (1/6). Menurutnya, dalam memenuhi kebutuhan BBM domestik, dibutuhkan impor, mengingat produksi BBM di dalam negeri tidak bisa memenuhi permintaan. Selain itu, kegiatan Petral tidak ada yang keliru, karena memasok BBM untuk Pertamina.

"Tidak ada yang keliru dengan Petral, Petral ini semata-mata trading company arm line dari Pertamina," ujar Purnomo.

Menurut Purnomo, keberadaan Petral merupakan hal yang wajar, bahkan setiap perusahaan migas negara lain juga memiliki perwakilan di luar negeri untuk memperoleh atau menjual minyak di pasar internasional.

"Kita tidak bisa melepas diri, minyak beredar di bursa, perlu tangan kanan yang intervensi pertimbangan pasar," kata Purnomo.

Sebelumnya, pada 23 Mei 2015, pemerintah membubarkan Petral. Dan sebagai penggantinya, Pertamina membentuk tim khusus yaitu Integreted Suply Chain (ISC).

"Dengan Pertamina yang hanya melalui ISC itu mana mungkin bisa seperti itu. Ibarat membeli tiket pesawat, kan bisa beli langsung, bisa juga ke travel agen. ISC bukan lembaga baru, itu sudah lama dimiliki Pertamina. Keberadaan petral tidak salah, tidak keliru. Mungkin yang salah adalah tata kelolanya," ujarnya.

Menurutnya, Pertamina akan mengalami kesulitan dalam hal pengadaan minyak, jika hanya mengandalkan ISC. "Saya khawatir dalam jangka panjang, tanpa Petral, Pertamina akan kesulitan dalam mendapatkan minyak," ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Energi Yusri Usman mengatakan bahwa seharusnya Pemerintahan Joko Widodo tidak salah dalam mengambil keputusan soal nasib Petral. Dirinya menghimbau agar Pemerintah lebih memprioritaskan mengungkap oknum mafianya ketimbang membubarkan lembaganya.

"Kita harus kritisi oknumnya dan jaga lembaganya. Karena secara dikonstitusi lembaga itu dibentuk untuk kesejahteraan rakyat. Hanya saja oknumnya yang menyalahgunakan," tandas dia. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login