IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Cost Recovery Blok Mahakam Capai Rp. 400 Miliar

Cost Recovery Blok Mahakam Capai Rp. 400 Miliar

Written By Indopetro portal on Monday, 22 June 2015 | 13:22

indoPetroNews.com - Kepala Bagian Humas SKK Migas Elan Biantoro menyebutkan sebelum beralih pengelolaan operator Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie kepada PT Pertamina (Persero), maka terlebih dahulu negara menyelesaikan perhitungan bagi hasil sesuai dengan skema Produck Shering Contrac (PSC) pada akhir tahun 2017 mendatang. Dengan hitung-hitungan antara investasi dan pendapatan Total dan Inpex pada kisaran Rp 400 miliar (cost recovery).

Menurutnya, sejumlah pembiayaan cost recovery terdiri dari pengeluaran biaya dalam industri minyak dan gas (migas) di Blok Mahakam seperti belanja modal atau capital expenditures (Capex), dan biaya operasi atau operating expenditures (Opex).

"Jadi untuk capex kan sudah pasti pengeluaran untuk memperoleh Fixed Asset. Artinya dalam masa satu periode atau tahun akuntansi, ini seperti mereka investasi dari tahun-tahun lalu, untuk membangun platform, pengembangan sumur ini dan itu, nah itu di akumulasikan," ujar Elan, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, capex bisa terdiri dari seismic dansurvey, G&G (Geological & Geophysical) Study, baik pada tahap eksplorasi maupun eksploitasi saat menemukan minyak atau gas, lalu pembiayaan drilling (Pemboran) eksplorasi dan eksploitasi, work over (Kerja Ulang Sumur) yang dikapitalisasi, facilities, peralatan.

"Jadi selain itu juga ada yang namanya aktiva tetap certain other projects, dan lain-lain jadi memang macam-macam lah," katanya.

Sementara untuk pembiayaan dari Opex seperti pengeluaran yang berkaitan dengan kegiatan operasional sehari-hari, yang digolongan pada pembiayaan produksi (Production Expenses) dan biaya administrasi dan umum (General Administration / G&A Expenses).

"Biaya produksi, bisa semua pengeluaran yang terkait dengan kegiatan di lapangan jadi biaya-biaya produksi. Dan kalau biaya G&A kan meliputi administratif seperti gaji karyawan mereka sampai biaya sewa kantor dan sebagainya," ujarnya.

Menurutnya, setelah proses cost recovery selesai baru melalui proses lainnya seperti membahas Work Plane & Budget (WP&B). Dalam pengajuan WP&B maka dilakukan pembahasan secara internal antara Pertamina, Pemda Kaltim, Total dan Inpex.

"Setelah WP&B disepakati, baru nanti mereka sudah mulai melakukan kegiatan di Blok Mahakam, tapi ini setidaknya sudah melalui proses masa transisi ya, atau bisa saja nanti dibahas dalam masa transisi, ini tergantung mereka saja dan keputusan Pemerintah, yang jelas SKK Migas hanya menjalankan instruksi pemerintah saja," kata Elan.

Sementara diketahui, dari data SKK Migas bahwa cadangan (gabungan cadangan terbukti dan cadangan potensial atau dikenal dengan istilah (2P) awal ditemukan sebesar 1,68 miliar barel minyak dan gas bumi sebesar 21,2 triliun kaki kubik (TCF). Dari penemuan itu maka blok tersebut mulai diproduksikan dari lapangan Bekapai pada tahun 1974

Saat ini tersisa cadangan 2P minyak saat ini sebesar 185 juta barel dan cadangan 2P gas sebesar 5,7 TCF. Pada akhir masa kontrak tahun 2017 diperkirakan tersisa cadangan 2P minyak sebesar 131 juta barel dan cadangan 2P gas sebanyak 3,8 TCF pada tahun 2017. Sementara diperkirakan sisa cadangan terbukti (P1) gas kurang dari 2 TCF. Sementara, sejak masa eksplorasi dan pengembangannya memberikan penerimaan negara sebesar USD 83 miliar atau sekitar Rp 750 triliun.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login