IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Jelang Ramadhan, BBM Dipastikan Tak Naik

Jelang Ramadhan, BBM Dipastikan Tak Naik

Written By Indopetro portal on Tuesday, 2 June 2015 | 12:04

indoPetroNews.com - Menjelang Ramadhan dua pekan ke depan, pemerintah menjamin tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Hal tersebut dilakukan pemerintah agar tidak memberatkan masyarakat selama menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmadja Puja mengatakan, untuk kawasan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), premium dijual Rp 7.400 per liter. Sementara di luar Jamali, harganya masih Rp 7.300 per liter. Sumber energi lain yang tidak ikut berubah adalah minyak tanah. Oleh pemerintah, bahan bakar itu tetap dijual Rp 2.500 per liter.

Lebih lanjut Wiratmadja menjelaskan, secara umum harga rata-rata minyak dunia sedikit meningkat. Namun, dengan pertimbangan menjaga kestabilan perekonomian, diputuskan tidak melakukan penyesuaian harga.

"Harga premium di wilayah Jamali sebenarnya ditetapkan oleh Pertamina. Namun, mereka harus tetap berkoordinasi dengan pemerintah untuk mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat," ujar Wiratmadja, dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Sementara, VP Corporate Communication Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro mengatakan siap menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) premium dan LPG untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi pada bulan puasa dan menjelang arus mudik. Wianda menyebutkan, konsumsi bahan bakar terutama premium dan BBM non bersubsidi biasanya naik hingga 10%.

Adapun pada hari biasa konsumsi premium biasanya mencapai 75.000 kiloliter per hari, solar 35 ribu liter/hari. Sedangkan LPG mencapai 19.000 ton per hari. "Kami akan meningkatkan volume persediaan BBM dan menyiagakan mobil tanki sepanjang jalur mudik," katanya, di Jakarta, Senin (6/1).

Menurut Wianda, beberapa lokasi yang akan menjadi fokus penyediaan mobil tangki seperti Palimanan dan pintu tol Pejagan Kanci. Selain itu, Pertamina juga akan meningkatkan persediaan dari saat ini 18 per hari, menjadi 20 per hari.

Tidak dinaikkannya harga BBM meski harga minyak dunia berangsur meningkat mengisyaratkan bahwa pemerintah dapat meninggalkan pola perubahan harga sebulan sekali. Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan bahwa pihaknya memang masih mengkaji skema yang tepat. Opsinya, mengkaji kenaikan harga tiap tiga atau enam bulan sekali.

"Idenya adalah bagaimana caranya masyarakat tidak menderita karena terlalu sering ada perubahan harga," kata Sudirman, saat acara 'Media Gathering' di kantor Kementerian ESDM, kemarin.

Seperti diketahui, pemerintah harus mencermati fluktuasi harga minyak dunia dan perekonomian nasional. Sebab, Permen ESDM Nomor 4/2015 memperbolehkan perubahan harga BBM satu bulan sekali. Caranya, dengan memperhitungkan harga rata-rata minyak dunia sebulan terakhir mulai 25 April sampai 24 Mei 2015. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login