IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » KPK Diminta Ungkap Dugaan Gratifikasi Menteri ESDM

KPK Diminta Ungkap Dugaan Gratifikasi Menteri ESDM

Written By Indopetro portal on Monday, 1 June 2015 | 17:16

indoPetroNews.com - Direktur Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean menegaskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus membuktikan dugaan gratifikasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait perjalanan dinasnya menggunakan pesawat Jet saat menghadiri undangan peresmian Blok Arun-Lhoksumawe dari Singapura pada bulan Maret 2015 lalu.

Beredar invoice, angka tagihan dari PT Pelita Air Service (PAS) yang beralamat kantor di jalan Abdul Muis No 52-56 A Jakarta yang mengirimkan tagihan ke Pertamina Energy Services (PES) PTE LTD yang beralamat di Ngee Ann City Tower A di Singapura. Invoice dikirim tanggal 01 April 2015. Tagihan tersebut mencapai USD 32.500 dan handling fee sekitar USD 3.250, jadi totalnya sekitar USD 35.750.

"Menteri Sudirman Said yang menggunakan pesawat jet pribadi dan pembayarannya dibebankan kepada Petral, sudah masuk dalam ranah gratifikasi, karena saat ini yang bersangkutan adalah pejabat negara," kata Ferdinand, saat dihubungi di Jakarta, Senin (1/6).

Menurutnya, dalam UU Tipikor dan gratifikasi sudah diatur bahwa biaya perjalanan dinas pejabat negara akan dibayarkan oleh APBN melalui pos anggaran di masing-masing Kementerian, namun pada kenyataannya Sudirman Said malah dibayarkan oleh Petral.

Sementara, jika yang bersangkutan tidak sedang dinas dan dibuktikan dengan surat cuti atau surat sedang tidak tugas. Namun tetap menggunakan jet pribadi yang dibayar oleh perusahaan lain maka tetap saja dianggap gratifikasi.

"Apapun itu alasannya, mau dibayar Petral kah, Pertamina kah, itu tetap gratifikasi, kecuali dibayar dari dana Kementerian, namun invoicenya sudah jelas kan," ujarnya.

"Sudirman Said tidak boleh menggunakan pembenaran atas gratifikasi yang telah diterimanya dengan alasan dipanggil Presiden. Apapun itu tidak bisa dibenarkan dan sebagai gratifikasi yang harus segera diusut oleh KPK atau Kejaksaan atau Kepolisian," tambahnya. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login