IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Mafia Migas International Diduga Turut Andil di Indonesia

Mafia Migas International Diduga Turut Andil di Indonesia

Written By Indopetro portal on Wednesday, 3 June 2015 | 16:21

indoPetroNews.com - Sindikat mafia minyak dan gas bumi (migas) internasional dituding memegang peranan penting dalam berbagai persoalan yang mengarah pada liberalisasi perdagangan migas dalam negeri. Saking kuatnya kendali gerombolan para mafia tersebut, membuat PT.Pertamina (Persero) yang notabenenya menjadi andalan dalam bisnis migas semakin tersudutkan.

Kuatnya dugaan campur tangan mafia internasional tersebut dilontarkan oleh Pengamat Ekonomi Politik Migas dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamudin Daeng, dalam konferensi pers-nya, di Jakarta, Rabu (3/6), terkait sikap rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) yang dibentuk oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang tugasnya telah berakhir pertengahan Mei yang lalu.

Salamudin mengatakan bahwa rekomendasi yang dikeluarkan oleh tim RKTM tersebut mestinya tidak mutlak dijadikan sebagai acuan untuk membuat keputusan. Pasalnya, beberapa rekomendasi dalam hal subsidi baik sistem kartu, penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Research Octane Number (RON) 88 serta mekanisme penetapan harga BBM berkaitan dengan upaya menghapus BBM sangat berkaitan dengan erat dengan upaya menciptakan liberalisasi perdagangan migas.

Khusus untuk pergantian BBM RON 88 menurut dia, langkah itu sama dengan menghapus subsidi migas. Dengan demikian penetapan harga akan lebih tinggi dari keekonomiannya pada saat harga minyak jatuh yang tentunya merugikan rakyat.

"Selain bertentangan dengan konstitusi dan melanggar putusan Mahkamah Konstitusi (MK), saya melihat banyak rekomendasi yang sejalan dengan pemikiran lembaga keuangan internasional, perusahaan-perusahaan multinasional yang hendak menguasai pasar BBM di Indonesia yang dalam hal ini sangat kuat memback up rekomendasi-rekomendasi itu," paparnya.

Lebih lanjut Salamudin juga menyampaikan jika adanya upaya liberalisasi perdagangan migas juga dapat dilihat dari rekomendasi agar pemerintah menetapkan harga lebih tinggi dari harga keekonomian pada saat harga minyak jatuh membuat rakyat kian terpuruk.

Demikianpun dengan rekomendasi pemberian insentif fiskal, tax holiday secara besar kepada investor yang membuka ruang untuk kian dominannya asing di sektor migas. Sementara saat ini asing telah menguasai sekitar 85 persen dari produksi minyak mentah nasional. Kedepan peluang terhadap asing kian dibuka, untuk menguasai kilang.

Lebih jauh pria asal Makassar, Sulawesi Selatan tersebut meragukan mafia yang akhir-akhir ini gencar diungkapkan. Padahal, hingga kini mafianya belum diungkap dan bahkan belum disentuh lembaga hukum manapun. Bahkan bisa diduga isu tersebut hanyalah upaya untuk memasukan mafia-mafia baru dengan menggusur orang lama. "Bagi saya isu mafia dalam negeri hanya sebagai sandiwara tontonan publik," kata Salamuddin. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login