IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Penghapus RON 88 Dituding Keliru

Penghapus RON 88 Dituding Keliru

Written By Indopetro portal on Wednesday, 3 June 2015 | 13:34

indoPetroNews.com - Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik Indonesia (Puskepi) Sofyano Zakaria, mengatakan masih terdapat banyak kejanggalan dalam penghapusan bahan bakar minyak (BBM) dengan kadar RON 88 (research octane number) atau yang lazim dikenal sebagai bensin Premium.

Sofyano menjelaskan beberapa fakta yang membuat kebijakan atau temuan yang dilakukan mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri, bahwa pengadaan dan produksi (di luar negeri) sarat dengan "permainan".

"Misalnya saja tudingan itu benar adanya, maka bukankah tetap saja harga jual RON 88 akan jauh lebih murah dari RON 92 (Pertamax)," kata Sofyano, disela acara diskusi dengan tema 'membedah rekomendasi tim anti mafia Migas bentukan menteri ESDM', di Warung Daun Cikini, Jakarta, Rabu (3/6).

Jika BBM dengan RON 88, lanjut Sofyano, dihapus karena dituding tidak ramah lingkungan, apakah pemerintah bisa membuktikan dengan data. "Berapa besar kerusakan lingkungan yang disebabkan gas buang BBM RON 88. Mana yang lebih besar antara kerusakan tumbuhan karena hutan dibakar atau penebangan liar," ujarnya.

Selain itu Sofyano mengungkapkan beberapa fakta lagi bahwa, jika RON 88 dituding tidak baik dan merusak mesin kendaraan bermotor, apakah selama lebih dari 30 tahun BBM RON 88 digunakan di negeri ini, sudah ratusan ribu atau jutaan kendaraan bermotor yang rusak.

Kemudian, jika BBM RON 88 dihapuskan dan digantikan dengan RON 92, bukankah itu berarti import BBM RON 92 akan bertambah besar. Karena selama ini diketahui RON 92 hanya bisa diproduksi oleh kilang Balongan saja.

"Ini akan membuka peluang bagi para trader/importir untuk memasok RON 92 tambahan. Apakah ini dijamin bebas dan bersih dari mafia migas?," tegas Sofyano.

Terakhir, Sofyano menjelaskan, jika negeri ini mempunyai pemimpin, politisi, dan pengamat yang bijak dan benar-benar peduli dengan rakyat, mengapa mereka tidak mendorong rakyat untuk memilih sendiri beberapa jenis BBM (RON 88, RON 90, RON 92, RON 95, RON 97) sebagai alternatif pilihan rakyat di negeri ini.

"Jika saja BBM RON 88 dihapus dan digantikan dengan BBM RON 92, maka pasti rakyat terpaksa dan dipaksa harus membeli BBM RON 92 yang harganya jauh lebih mahal diatas harga BBM RON 88. Ini berarti pemerintah membebani rakyat dengan beban tambahan yang akan menambah susah hidup rakyatnya," tutup Sofyano. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login