IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » SKK Migas Larang KKKS Kurangi Biaya Produksi

SKK Migas Larang KKKS Kurangi Biaya Produksi

Written By Indopetro portal on Wednesday, 3 June 2015 | 17:53

indoPetroNews.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tidak akan menyetujui usulan pengurangan anggaran jika KKKS ingin mengurangi biaya untuk produksi.

Untuk itu SKK Migas masih melakukan finalisasi revisi rencana kerja dan anggaran (work program and budget/WP&B) 2015 seluruh kontraktor kontrak kerjasama (KKKS).

"Kontraktor boleh melakukan efisiensi dengan mengurangi kegiatan, tetapi yang harus dipertahankan adalah kegiatan produksi dan yang kaitannya dengan safety. Kami mengimbau kontraktor agar tidak banyak mengurangi kegiatan sumur karena akan berdampak langsung ke produksi," kata Benny dikutip dari laman SKK Migas, Rabu (3/6).

Meskipun sudah menyampaikan imbauan tersebut, Benny mengaku masih banyak KKKS yang menyampaikan revisi WP&B dengan mengurangi anggaran untuk kegiatan produksi migasnya.

"Dalam revisi yang masih dalam pembahasan, kami proyeksikan jumlah kegiatan sumur yang dilakukan mengalami penurunan 20 persen. Namun dampaknya terhadap produksi kami perkirakan maksimal hanya 5 persen," kata Benny.

Menurutnya kegiatan eksplorasi, bisa dilihat dari sudut pandang bisnis KKKS atas pengajuan WP&B yang diajukan. Dirinya menilai apabila KKKS memiliki pandangan jangka panjang atas fenomena anjloknya harga minyak dunia saat ini, maka manajemen perusahaan tersebut tidak akan mengurangi anggaran untuk kegiatan eksplorasi.

"Kondisi sekarang justru bagus untuk kegiatan eksplorasi karena harga rig serta barang dan jasa sedang turun. Banyak perusahaan yang menunda proyek, pasti akan mengurangi suplai. Ditambah faktor lainnya, recovery harga minyak pasti akan terjadi," ujarnya.

Benny mengatakan Pemerintah perlu berhati-hati menyikapi rendahnya harga minyak dunia saat ini. Turunnya aktivitas di sektor hulu migas yang tidak diimbangi dengan borosnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di masyarakat akan membuat pemerintah tertimpa tangga setelah jatuh.

"Apabila harga minyak kembali naik, konsumsi tetap tinggi sementara jumlah produksi turun. Untuk itu perlu insentif agar kegiatan hulu migas tetap jalan. Tanpa insentif, investor tidak tertarik menanam modal," jelasnya.

Diketahui, setidaknya ada 76 wilayah kerja yang direvisi WP&B nya oleh KKKS. Rata-rata perusahaan-perusahaan migas nasional dan asing menurunkan rencana investasi sebesar 20-30 persen tahun ini. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login