IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Soal Blok Mahakam, Pemerintah Tawarkan Opsi Tukar Aset

Soal Blok Mahakam, Pemerintah Tawarkan Opsi Tukar Aset

Written By Indopetro portal on Thursday, 11 June 2015 | 09:07

indoPetroNews.com - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, Pertamina sangat tertarik bisa ikut mengelola Blok Masela, di Laut Arafuru.

Opsi tukar aset, pun sempat dilontarkan pemerintah, agar perusahaan BUMN ini bisa turut dalam mengelola lapangan Migas yang terletak di Propinsi Maluku itu. Pertamina bisa mengajak Inpex untuk mengelola blok migas yang dikelolanya. Kemudian Inpex bisa mengajak Pertamina masuk ke Blok Masela.

"Pertamina pilih Masela. Dan secara lisan saya mendengar keinginan tersebut," ujar Wiratmaja, di kantor Migas, Plaza Centris, Jakarta, Rabu (10/6).

Menurut Wiratmaja, pemerintah sangat mendukung Pertamina bisa masuk ke Blok Masela, mengingat cadangan migasnya yang besar. Nantinya, Pertamina bisa melakukan pembicaraan secara bisnis to bisnis dengan operator blok migas tersebut, yaitu Inpex Masela Ltd.

Sementara, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Kementerian ESDM, Djoko Siswanto menyebutkan bahwa keinginan Pertamina ini hanya untuk memiliki sebagian saham di Blok Masela, bukan sebagai operator.

"Yang paling menggiurkan adalah Masela pastinya. Tapi di Masela itu pertamina cuma share aja, tidak dengan operatornya," katanya.

Diketahui saat ini, Inpex Masela Ltd, sebagai operator Blok Masela memiliki hak partisipasi 65 persen dan sisanya dimiliki Shell Corporation sebesar 35 persen.

Komentar yang sama juga dilontarkan oleh Djoko, bahwa cadangan migas pada blok Masela masih besar. Apalagi, lapangan migas ini masih belum berproduksi, sehingga masih bisa dieksploitasi dalam jangka panjang.

Kontrak Inpex di Blok Masela akan habis pada 2028. Perusahaan asal Jepang ini sudah menyatakan akan memperpanjang kontraknya 20 tahun lagi, hingga 2048. Alasannya, Masela diperkirakan baru berproduksi pada 2018, atau hanya 10 tahun sebelum kontrak berakhir 2028.

Jangka waktu produksi yang singkat ini dinilai belum cukup untuk mengembalikan investasi yang mencapai US$ 14 miliar.

Perpanjangan kontrak ini penting untuk menjaga kepastian bisnis, seiring penemuan cadangan gas baru di blok migas tersebut.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login