IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Tawaran SKK Migas Soal Bentuk Lembaga

Tawaran SKK Migas Soal Bentuk Lembaga

Written By Indopetro portal on Friday, 19 June 2015 | 08:11

indoPetroNews.com - Sama-sama diketahui bahwa sejumlah fakta menyebutkan, dalam mengelola atau menata kelembagaan baik hilir maupun hulu  migas di negeri ini sangat kompleks sehingga tidak dapat diatur dengan simple. 

Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi mengatakan kita harus mengakui bahwa apapun yang kita atur, kita ini berdiri di sebuah negara 'pro to corruptions'. Baik dalam area bisnis, politik maupun hukum. Kenapa hal ini harus dipahami, tidak lain tidak bukan, supaya bangsa ini tidak utopia.

"Jadi kalau membuat aturan-aturan, kita harus berpikir mitigasi, bagaimana agar ini bisa berjalan dengan baik. Kalau tidak seperti itu nanti pasalnya ditulis bagus-bagus, tapi tidak bisa jalan, percuma," tegas Amien, di Jakarta, Kamis (18/6).

Kemudian, lanjutnya, kita juga harus pahami kompleksitas lembaga-lembaga yang akan existing. Amien harus mengakui bahwa SKK Migas masih ada boroknya, belum efisien, banyak ruwetnya, nah karena itu dirinya merasa perlu diberikan waktu untuk membereskannya.

Kemudian ketika ditanya, kira-kira kedepan kelembagaan SKK Migas seperti apa, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut mengatakan terdapat dua pendekatan yang harus dipilih. pertama, kembali ke zaman orde baru, dimana SKK Migas dilebur dengan PT. Pertamina (Persero), atau keduanya masih tetap dipisahkan, tapi dengan catatan masing-masing lembaga berbenah untuk menjadi perusahaan kaliber dunia.
  
"Kalau kembali ke orde baru, pertamina digabung ke SKK Migas, posisinya Pertamina adalah lembaga yang punya keruwetan yang tinggi, dengan SKK Migas yang punya keruwetan yang tinggi juga. dan sampai saat ini keruwetannya belum bisa diselesaikan dan masih dalam tahap perbaikan. Maka hasilnya adalah ruwet tambah ruwet, kali ruwet, tambah ruwet. Jadi ini akan sangat sulit mengendalikannya. untuk itu menurut saya kurang pas kalau digabung," tegas Amien Sunaryadi.

Selain itu, pilihan kedua, lanjut Amien, membiarkan kedua lembaga ini berbenah. supaya industri di hulu migas ini bisa lebih efisien dan lembaga juga lebih agresif untuk menemukan cadangan migas di dalam negeri. "Jadi kalau ini dua-dua dibenahi, saya yakin 5 tahun pasti akan selesai. Karena keruwetannya sangat kompleks. Taroklah 10 tahun selesai, dan dua-duanya jadi bagus. Saat itulah baru berpikir bagaimana cara memerger atau bagaimana cara mengkonsolidasikannya. Menggabungkan atau memerger dua institusi yang sudah bagus, akan jauh lebih mudah daripada menggabungkan institusi yang sama-sama ruwet," katanya. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login