IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Menteri BUMN: Holding BUMN Energi Sedang Dikaji

Menteri BUMN: Holding BUMN Energi Sedang Dikaji

Written By Indopetro portal on Monday, 27 July 2015 | 15:18

indoPetroNews.com - Rencana Pemerintah melebur sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang energi, sedang dikerjakan. Menteri BUMN Rini Soemarno, mengatakan rencana holding BUMN energi masih jalan terus, namun harus menunggu tahap pengkajian dan analisis rampung.

"Holding (BUMN Energi) sedang kami analisis. Pro dan kontra memang ada, terutama dari masing-masing perusahaan itu," kata Menteri Rini, di Jakarta, Senin (27/7).

Menurut Rini, pendalaman kajian pembentukan holding BUMN energi tidaklah semudah membalik tangan. Karena terkait dengan beberapa sektor yakni kelistrikan, migas maupun energi terbarukan. "Dalam holding tersebut masih pada sebatas sektor, termasuk jumlah BUMN yang akan dilibatkan di dalamnya," ujar Rini.

Dia mengatakan, analisis juga ditekankan pada aspek kerja dan bentuk holding yang akan direalisasikan. "Apakah holding BUMN Energi ini murni, atau holding terkait aktivitasnya. Seperti Holding Perkebunan oleh PTPN III sebagai induk, namun di dalamnya ada aktivitas usaha masing-masing 13 anak usaha PTPN," ujarnya.

Karena holding terkait dengan infrastruktur, kata Rini, maka kajian ditekankan pada aspek, apakah perlu pembentukan anak usaha khusus yang menjalankan aktivitas bisnis secara mandiri.

Sebelumnya, wacana pembentukan holding BUMN Energi disampaikan mantan Pelaksana Sekjen OPEC, Maizar Rahman dengan mempertimbangkan industri energi nasional bisa membesar.

Dalam pembentukan holding, pemerintah dapat memilih perusahaan energi yang memiliki modal terbesar serta pengalaman global. Menurut catatan, sejumlah BUMN yang terkait dengan energi meliputi PT Pertamina, PT PGN, PT Energy Management Indonesia (EMI), PT PLN termasuk PT Rekayasa Industri (Rekind).

Diketahui, dari jumlah asetnya, Pertamina adalah yang terbesar dengan nilai Rp704 triliun. Disusul PGN Rp 77,32 triliun dam Rekind Rp 1,93 triliun. Jadi, kita tunggu saja perkembangan recana ini. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login