IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Hitungan Harga Keekonomian BBM Versi Analis

Hitungan Harga Keekonomian BBM Versi Analis

Written By Indopetro portal on Thursday, 30 July 2015 | 14:55

indoPetroNews.com - Melihat kondisi harga minyak dunia yang tidak stabil, Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (Iress), Marwan Batubara, menyarankan agar pemerintah menerapkan batas atas dan bawah harga BBM guna mengantisipasi fluktuasi di masa mendatang.

"Untuk perubahan harga, pemerintah harus menetapkan secara periodik, tiga atau enam bulan sekali untuk mencegah dampak buruk akibat perubahan harga yang terlalu cepat," ujar Marwan, di Jakarta, Kamis (30/7).

Pada kesempatan itu, Marwan juga mendukung pernyataan pemerintah yang menyebutkan harga premium untuk periode seharusnya berada di angka Rp8.600 per liter, jika menggunakan penghitungan bulan lalu.

Marwan menjelaskan, didapatnya harga premium Agustus sebesar Rp8.600 per liter karena jika diurut dari pembelian produk minyak sesuai harga indeks pasar (HIP atau Mean of Platts Singapore/MOPS), lalu formula dalam Peraturan Menteri ESDM No 39 diterapkan, harga jual BBM dapat dihitung berdasarkan berbagai komponen biaya sebagai berikut:

-Harga pokok produksi: harga pembelian sesuai HIP/MOPS + biaya transportasi.

-Harga pokok penjualan: harga pokok produksi + biaya penyimpanan + biaya distribusi.

-Harga dasar: harga pokok penjualan + margin Pertamina + margin SPBU.

-Harga jual BBM: harga dasar + PPN + PBBKB + iuran BPH.

Nilai komponen biaya yang menentukan harga jual BBM, kata dia, antara lain biaya transportasi produk sebesar Rp286 per liter, biaya distribusi, biaya penyimpanan dan mobil tangki Rp220 per liter.

Selain itu, ada pula pajak pertambahan nilai sebesara sepuluh persen, PBBKB lima persen, dan iuran untuk BPH Migas Rp22 per liter, serta kompensasi biaya distribusi sebesar dua persen untuk BBM Non-Jamali. Adapun volume satu barel BBM setara dengan 159 liter.

Menurut Marwan, dari simulasi harga yang dilakukan untuk periode 25 Juni–22 Juli 2015, dengan harga rata-rata MOPS US$73,56 per barel dan kurs Rp13.265 per dollar, diperoleh harga pokok produksi Rp6.635 per liter, harga pokok penjualan Rp6.891 per liter, dan harga dasar Rp7.215 per liter.

Dengan kompensasi biaya distribusi ke luar Jawa-Madura-Bali yakni Rp158 per liter, maka harga jual BBM Rp8.479 per liter, dibulatkan menjadi Rp8.500 (untuk wilayah Jamali diperoleh harga jual Rp8.750 per liter).

Simulasi tersebut menunjukkan bahwa harga jual BBM tidak sekadar ditentukan harga beli produk/bahan baku, tetapi juga harus memperhitungkan berbagai komponen lain yang jumlahnya cukup signifikan, terutama biaya distribusi, penyimpanan dan pajak.

"Terlihat selisih antara harga jual BBM (Rp8.500 per liter) dengan harga beli produk (Rp6.635 per liter) menjadi cukup besar, yakni Rp1.865 per liter, tetapi itu belum termasuk biaya-biaya lainnya," jelas Marwan.

Secara merata, harga jual BBM di Indonesia adalah harga MOPS ditambah Alpha (margin ditambah berbagai biaya) yang besarnya 16-17 persen.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login