IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Pengalihan Saham Blok Mahakam Dinilai Tepat

Pengalihan Saham Blok Mahakam Dinilai Tepat

Written By Indopetro portal on Monday, 6 July 2015 | 15:23

indoPetroNews.com - Beberapa penelitian dari Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional menemukan bahwa dana hasil ekspor yang masuk kembali ke negara asal ekspor hanya berkisar 15-30 persen.

Menurut ekonom Universitas Sam Ratulangi, Agus Tony Poputra, dari perspektif cash flow, keberadaan export illusion membuat ekspor neto riil Indonesia di bawah dari apa yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Tony mengatakan dengan adanya pengalihan 70 persen penguasaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation Ltd kepada Pertamina pada akhir kontrak tahun 2017 merupakan suatu langkah tepat untuk mengurangi export illusion di sektor Pertambangan Migas. Dengan penguasaan mayoritas oleh Pertamina, maka diharapkan sebagian besar dana hasil ekspor akan masuk ke Indonesia.

Penguasaan Blok Mahakam oleh Pertamina akan mengurangi export illusion dan mendatangkan serangkaian manfaat yang terkait dengannya.

"Pertama, membantu Pertamina dalam melakukan lindung nilai (hedging) secara alamiah untuk meminimalkan eksposur perusahaan tersebut terhadap risiko kurs. Caranya lewat netting (meng-offset kewajiban dalam mata uang asing dengan asset dalam mata uang asing) sehingga mengurangi tekanan permintaan devisa," ujar Tony dalam keterangan tertulis, Senin (6/7).

Kemudian Kedua, lanjutnya, posisi tersebut dapat memperkuat posisi Rupiah. Dengan masuknya sebagian besar hasil ekspor maka akan meningkatkan penawaran devisa. Akibatnya dapat meningkatkan nilai Rupiah lewat proses permintaan-penawaran di pasar uang.

"Ketiga, dapat memperbesar cadangan devisa Bank Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir hanya berkutat di seputaran USD 100 miliar. Keempat, dapat memperkuat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan nasional,"jelasnya.

Tony menuturkan, selama ini DPK tumbuh lebih lambat dibandingkan dibanding kredit yang diberikan. Pada beberapa tahun terakhir pertumbuhan DPK perbankan memperlihatkan tren menurun. Situasi ini mendorong Loan to Deposit (LDR) ke posisi yang rentan. Lewat penguatan DPK maka perbankan nasional dapat meningkatkan alokasi kredit tanpa terancam LDR yang tinggi.

Sementara itu, manfaat lain yang diperoleh adalah apabila minyak bumi kemudian dihasilkan pada Blok Mahakam maka dapat memperkuat industri petrokimia dalam negeri. "Hal ini disebabkan bahan baku industri petrokimia sebagian besar berasal produk “sampingan” dari pemrosesan minyak bumi menjadi berbagai produk jadi," tambah Tony.

Penurunan export illusion terjadi apabila kepemilikan BUMN atau swasta domestik bersifat mayoritas pada perusahaan pengelola sumber daya alam. Oleh sebab itu, penanganan Blok Mahakam dapat dijadikan contoh untuk kontrak-kontrak pertambangan di Indonesia yang akan berakhir pada beberapa tahun mendatang.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login