IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Rumor, PHK di Industri Migas

Rumor, PHK di Industri Migas

Written By Indopetro portal on Wednesday, 29 July 2015 | 21:35

indoPetroNews.com - Beredar kabar mengenai akan dilakukannya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) besar-besaran di tubuh industri minyak dan gas bumi Indonesia. Pasalnya, penurunan harga minyak dunia saat ini berdampak kepada kinerja perusahaan.

Namun, Satuan Kerja Khusus Pelasana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan bahwa kabar tersebut merupakan kabar burung alias isu semata.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK Migas, Elan Bintoro mengatakan, bahwa rumor tersebut tidak lah benar. Meski ia mengaku belakangan ini memang beredar rumor di media sosial, jejaring komunikasi, mengenai adanya pemecatan di perusahaan-perusahaan migas yang besar. "Tapi itu baru rumor. Beredar di di Whatapp, Blackberry messenger dan milling list," kata Elan, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (29/7).

Berdasarkan penelusuran SKK Migas di perusahaan-perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia, sampai saat ini belum ada Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang melapor ke SKK Migas untuk melakukan PHK pekerjanya.

"Jadi bisa dipastikan yang beredar itu masih rumor. Adanya pengurangan orang hanya isu saja. Sejauh ini industri migas di Indonesia belum ada PHK, kan kalau ada apa-apa harus melalui SKK Migas," ujarnya.

Menurut Elan, untuk mengantisipasi anjloknya harga minyak dunia, SKK Migas telah melakukan percepatan revisi rencana kerja anggaran (Work Plant and Budget/WP&B) KKKS. "Kalau kami percepat WP&B itu antisipasi harga minyak jatuh. Capex kami turunkan kan lebih mahal dari Opex. Penurunan harga sekarang sudah kita antisipasi," jelasnya.

Untuk diketahui, harga patokan minyak mentah dunia, Brent, pulih dari posisi terendahnya dalam enam bulan pada perdagangan Rabu (29/7/2015) ini. Demikian pula harga minyak mentah AS naik lebih dari 1 persen di tengah spekulasi jika penurunan stok akan mengimbangi kekhawatiran tentang membanjirnya pasokan global dan krisis pasar ekuitas di Cina.

Melansir laman Reuters, harga minyak mentah Brent turun 17 sen (0,3 persen) menjadi US$ 53,30 per barel di ICE Futures Europe. Di sesi awal, harga sempat menyentuh US$ 52,28, terendah sejak awal Februari, di tengah kekhawatiran tentang jatuhnya pasar saham di China, konsumen energi terbesar di dunia.

Sementara minyak mentah berjangka AS ditutup naik 59 sen (1,2 persen) ke posisi US$ 47,98 per barel di New York Mercantile Exchange. Naik lebih dari US$ 1 pada sesi tertingginya setelah menyentuh level terendah sejak Maret di US$ 46,68 per barel.

Kedua patokan minyak ini, baru-baru ini susut hingga 20 persen karena kekhawatiran investor jika pasokan di pasar akan tetap berlebih hingga akhir tahun. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login