IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » DPR Minta Pemerintah Turunkan Harga BBM hingga Kisaran Rp. 6000-an

DPR Minta Pemerintah Turunkan Harga BBM hingga Kisaran Rp. 6000-an

Written By Indopetro portal on Tuesday, 25 August 2015 | 22:20

indoPetroNews.com - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta pemerintah untuk segera menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), mengingat saat ini harga minyak dunia sudah berada di bawah 40 dolar AS per barel.

Anggota Komisi VII DPR, Kurtubi mengatakan, seharusnya pemerintah bisa lebih cerdas memanfaatkan kondisi turunnya minyak dunia, untuk membangun pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi saat ini terus menurun sehingga berdampak luas pada seluruh sektor ekonomi di Indonesia.

"Harga minyak yang amat sangat rendah sekarang ini, dapat ditangkap pemerintah secara cerdas sebagai salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi. Maka saya menangkap harga minyak dunia yang turun terus ini, sebaiknya pemerintah juga menurunkan harga BBM," ungkap Kurtubi saat dijumpai di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa, (25/8).

Harga Turun di Kisaran Rp.6000an

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kurtubi, mengusulkan agar pemerintah dapat menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium sampai di angka Rp.6.000 per liter. Pasalnya belakangan harga minyak dunia rontok hingga dibawah US$ 40 per barel.

"Saya kira di angka Rp 6.000-an juga masih logis," ungkap Anggota Komisi VII, DPR-RI dari Partai Nasdem saat ditemui di Gedung DPR MPR Jakarta, Selasa, (25/8).

Dia mengatakan, bahwa kebijakan untuk menurunkan harga BBM saat ini dirasa sangat logis, sebab kondisi yang ada justru menunjukan penurunan harga minyak dunia yang terus menurus.

Namun untuk lebih pasti, Kurtubi menyebut, pemerintah perlu menghitung kembali agar mendapatkan harga BBM yang sesuai. "Harus dihitung. Karena walaupun minyak dunia turun, kurs rupiah terhadap dolar tinggi," ujarnya.
Menurut Kurtubi, kondisi turunnya harga minyak dunia ini sebaiknya bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Meskipun penurunan harganya tidak terlalu drastis.

"Bahwa harga minyak dunia yang murah ini, seyogyanya bisa dinikmati masyarakat Indonesia. Walaupun penurunnya tidak drastis karena rupiah terhadap dolar sedang melemah," katanya.

Dengan begitu, Kurtubi meyakini, daya beli masyarakat akan meningkat, sehingga pengeluaran belanja rumah tangga juga akan meningkat.

"Sifat ekonomi kita kan banyak disumbang oleh ekonomi rumah tangga. Ini kesempatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Itu amat sangat logis, apa lagi harga minyak dunia sedang turun," kata Kurtubi. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login