IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » ESDM: Kendaraan Baru Harus Gunakan BBG

ESDM: Kendaraan Baru Harus Gunakan BBG

Written By Indopetro portal on Tuesday, 11 August 2015 | 14:28

indoPetroNews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengupayakan agar kendaraan baru menggunakan bahan bakar gas (BBG) kedepannya. Diketahui sekitar 10.000 unit kendaraan akan gunakan BBG 2016 mendatang.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan hal tersebut dilakukan guna mempercepat konversi bahan bakar minyak (BBM) ke BBG.

"Kita dorong agar kendaraan baru menggunakan BBG, converter kit nya sudah built in dari pabrik. Ini akan menimbulkan rasa aman yang lebih tinggi. Dan garansinya juga gag bakal hilang," kata Wiratmaja, di Jakarta, Selasa (11/8).

Wiratmaja menjelaskan, meskipun dengan mesin yang sudah didesain untuk menggunakan BBG dari pabrik, namun bagasi kendaraan masih tetap luas meski ada tabung gas. “Tabungnya jauh di dalam sehingga bagasinya masih full bisa dipakai,” jelasnya.

Terkait rencana penggunaan BBG untuk kendaraan baru ini, Kementerian ESDM dan instansi terkait telah melakukan pembicaraan dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI).

Ditargetkan pada tahun depan, sekitar 10.000 kendaraan baru sudah menggunakan bahan bakar gas. Menurut Wiratmaja, regulasinya juga tengah dipersiapkan, termasuk juga insentif yang diminta oleh pengusaha.

“Regulasinya cukup banyak. Salah satunya yang diminta produsen mobil adalah adanya insentif khusus. Kalau tidak ada insentif, harga (mobil berbahan bakar gas) lebih mahal. Harganya jadi kurang kompetitif,” lanjutnya.

Untuk memproduksi kendaraan baru berbahan bakar gas secara massal, dibutuhkan waktu sekitar satu tahun. Meski demikian, untuk memperkenalkan kendaraan ini kepada masyarakat, akan diproduksi prototype-nya terlebih dahulu.

Sementara itu, guna mendukung penggunaan BBG untuk transportasi, pada tahun ini Pemerintah akan membangun 22 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), 6 GTM dan jaringan pipa distribusi senilai Rp 1,912 triliun. Dari 22 SPBG tersebut, sebanyak 4 diantaranya masih terkendala masalah lahan.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login