IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Larangan Makan Siang, Karyawan Blok Cepu Mengamuk

Larangan Makan Siang, Karyawan Blok Cepu Mengamuk

Written By Indopetro portal on Sunday, 2 August 2015 | 15:40

indoPetroNews.com - Insiden kericuhan dan pengrusakan aset yang terjadi di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya berhasil diredakan oleh aparat keamanan setempat pada Sabtu sore, (01/08). Atas insiden itu, sejumlah aset milik PT Tripatra Cepu rusak parah.

Aksi anarkis yang berawal dari kebijakan larangan makan siang itu ditolak oleh karyawan dan terjadi di area fasilitas yang sensitif, sehingga memicu shutdown (penghentian) sementara produksi sumur yang mampu menghasilkan 50.000-55.000 barrels of oil per day (BOPD).

"Karena dikhawatirkan atau mencegah terjadi apa-apa, jadi kita shutdown produksi sementara, sampai keadaan kembali kondusif," tutur Kepala Humas SKK Migas pada Minggu Pagi, (02/08) melalui selulernya.

Sementara, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto menyebutkan bahwa langkah-langkah penanganan saat ini masih berlangsung dan dilakukan pencegahan agar tidak tidak terdampak yang lebih besar lagi.

"Beberapa fasilitas strategis diamankan, sebagai efeknya produksi agak menurun sedikit. Mudah-mudahan besok dapat kembali normal," tutur Djoko melalui keterangan tertulisnya, Minggu (02/08).

Saat ini sejumlah aparat pengamanan terlihat berjaga-jaga di lokasi sumur Blok Cepu. Ini dilakukan agar tidak terjadi insiden pengerusakan untuk kedua kalinya. Dan antara Pemerintah Daerah Bojonegoro dan pihak berwajib serta para pihak tengah melakukan pertemuan terkait insiden itu.

"Hari ini diadakan hearing, dan besok akan diadakan rapat lanjutan lagi untuk memulihkan kondisi yang terganggu akibat insiden ini", tutur Djoko.

Saat ini, terjadi pengurangan produksi pada Early Oil Expansion (EOE) & Well Pad B dengan potensi loss kurang lebih 50.000-55.000 barrels of oil per day (BOPD). Sebelumnya, insiden kerusuhan di Blok Cepu terjadi antara ribuan karyawan dengan petugas karyawan lantaran para karyawan sulit keluar untuk makan siang.

Biasanya tenaga kerja proyek minyak Blok Cepu keluar dari lokasi proyek untuk makan siang dari 5 pintu (gate). Namun, dikeluarkan kebijakan baru untuk keluar hanya di dua pintu selatan. Karyawan yang mengantre lama marah dan merusak mobil dan kantor di proyek minyak Blok Cepu. Karena, istirahat makan siang hanya diberikan pada pukul 12.00 siang hingga 13.00 siang setiap h
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login