IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » LNG Terbesar Ke-4 Ogah Terima Cost Recovery

LNG Terbesar Ke-4 Ogah Terima Cost Recovery

Written By Indopetro portal on Monday, 3 August 2015 | 09:49

indoPetroNews.com - Dua proyek utama PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) yaitu, Fasilitas Produksi Hulu Gas Senoro dan Fasilitas Hilir Kilang LNG Donggi Senoro (DSLNG) telah selesai. Hal tersebut terjadi ketika Presiden Jokowi meresmikan proyek berkapasitas 2,1 juta ton LNG per tahun ini, Minggu (2/8).

"Pencapaian ini merupakan tonggak penting bagi MedcoEnergi karena telah berhasil memonetisasi lapangan gas Senoro, yang 15 tahun silam masih dianggap sebagai stranded gas, hingga dapat memasok gas ke Kilang DSLNG," ujar Lukman Mahfoedz, Direktur Utama MedcoEnergi, melalui keterangan persnya, Senin (3/8).

Mahfoedz mengatakan DSLNG merupakan kilang LNG ke-empat di Indonesia dan yang pertama dikembangkan dengan skema yang memisahkan bisnis hulu dengan bisnis hilir pengolahan LNG.

Keuntungan lainnya bagi pemerintah adalah risiko investasi dan operasi kilang LNG ditanggung oleh PT DSLNG selaku pengelola, dan pemerintah tidak perlu menanggung dan mengembalikan investasi kilang LNG melalui skema cost recovery. Pengembangan dan pengoperasian hulu dan hilir ini dapat memberikan kontribusi pendapatan kepada Pemerintah Indonesia sebesar AS$ 6,4 milyar pada harga minyak AS$ 70 per barel selama periode 13 tahun, sampai berakhirnya masa kontrak PSC pada tahun 2027.

PT Donggi Senoro LNG (PT DSLNG), merupakan joint venture antara PT Medco LNG Indonesia (11,1%), PT Pertamina Hulu Energi (29%), dan Sulawesi LNG Development Ltd (59,9%), perusahaan patungan antara Mitsubishi Corporation dengan Korean Gas (KOGAS).

Kilang ini telah menjalani tahap uji coba (commissioning) dengan sukses dan aman sejak Oktober 2014. Sementara, Fasilitas Produksi Hulu Gas Senoro dioperasikan oleh Joint Operating Body Pertamina – Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB-PMTS), dimana pemegang sahamnya terdiri dari MedcoEnergi (30%), PT Pertamina (50%), dan Tomori E&P Ltd (20%).

Lapangan ini memiliki dua Train fasilitas produksi dengan kapasitas gas 310 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) dan kondensat 8.500 barel per hari.(ehs)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login