IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Minta Blok Mahakam, FSPPB Kembali Turun ke Jalan

Minta Blok Mahakam, FSPPB Kembali Turun ke Jalan

Written By Indopetro portal on Thursday, 6 August 2015 | 13:24

indoPetroNews.com - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) kembali turun ke jalan. Mereka meminta agar pemerintah menyerahkan sepenuhnya wilayah kerja Mahakam kepada PT. Pertamina (Persero).

Presiden FSPPB, Eko Wahyu Laksmono mengatakan, hari ini ratusan pekerja Pertamina memberikan pernyataan yang ditujukan kepada pemerintah terkait pengelolaan Blok Mahakam pasca berakhirnya Desember 2017.

"Rute dari kantor pusat Pertamina, ke Kementerian ESDM, lalu ke Istana Negara, pesertanya kita data 900 orang ditambah simpatisan," ujar Eko, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (6/8).

Menurutnya, keputusan pemerintah itu belum cukup, pasalnya pengelolaan sepenuhnya kepada Pertamina tersebut belum tertuang jelas dalam bentuk suatu keputusan. Adapun lima pernyataan sikap yang akan disampaikan kepada Pemerintah dalam demo yang dilakukan hari ini:

Pertama, segera memformalkan pernyataan pengelolaan wilayah kerja mahakam pasca 2017 ke dalam suatu bentuk surat keputusan, sehingga menjadi produk hukum yang jelas, mengikat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kedua, seharusnya pemerintah dan pertamina telah mengetahui berapa besar aset sesungguhnya di dalam wilayah kerja Blok Mahakam baik dalam bentuk cadangan minyak dan gas maupun aset lainnya.

Ketiga, seharusnya pihak Pertamina tidak melakukan share down atas saham wilayah kerja Blok Mahakam sebelum proses valuasi.

Keempat, meminta pemerintah untuk memerintahkan Pertamina untuk memastikan kesiapan dalam pengelolaan Blok Mahakam dalam rangka mewujudkan kedaulatan energi nasional dengan menyusun Work Program and Budgeting (WPNB).

Kelima, segera memerintahkan Total dan Inpex bersama-sama dengan Pertamina untuk memanfaatkan waktu yang tersisa sampai Desember 2017 agar menjadi transisi yang efektif. Menyampaikan perntaan sikap kami terkait pengelolaan Blok Mahakam pasca berakhirnya Desember 2017.

"Kita bentuk barangnya saja belum tahu, harus ada valuasi dulu, Mahakam tuh kekayaannya apa saja, baru bisa ditentukan secara bisnis. Ini sudah ditentukan di depan, 30 persen 70 persen ini sih akal-akalan. Dasarnya apa? Kalau benar dilakukan secara bisnis, ya lakukan. Tapi valuasi dulu dong," kata dia.

Diketahui, dalam aksi demo, tidak hanya diikuti oleh FSPPB saja, melainkan ada Serikat Pekerja PT Perusahaan Listrik Negara, Serikat Pekerja Perusahaan Gas Negara, mahasiswa Universitas Soedirman, mahasiwa Institut Teknolgi Surabaya, himpunan mahasiswa energi Ampera, dan Himpunan Mahsiswa Islam (HMI) Indramayu.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login