IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pemerintah masih Menunggu Situasi Ekonomi untuk Naikkan Harga BBM

Pemerintah masih Menunggu Situasi Ekonomi untuk Naikkan Harga BBM

Written By kusairi kusairi on Friday, 7 August 2015 | 10:56

indoPetroNews.com - Sebelum menentukan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih akan melihat situasi ekonomi hingga November mendatang.

"Kementerian ESDM, ingin mengkaji sampai November mendatang. Kemudian, akan mengambil keputusan perubahan harga BBM," ujar Direktur Bina Program Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, di Jakarta, Kamis (6/8).

Menurut Agus, perubahan harga BBM yang diterapkan tiap bulan sekali kurang efektif, sehingga diperlukan evaluasi yang bisa merepresentasi situasi dan kondisi saat ini. "Mengkaji pola perubahan hingga November mendatang, maka diperkirakan penentuan harga BBM bisa tiga, empat, bahkan enam bulan," sebutnya.

Agus melanjutkan, pada awal November tahun lalu pemerintah melakukan perubahan harga BBM setiap bulan. Saat Januari-Februari 2015, terjadi perubahan harga dengan melakukan asksi penurunan. Kala itu kebijakan direspons cukup positif.

Namun, ketika harga minyak dunia mulai bergerak naik, pemerintah mulai mengubah banderol BBM dengan menaikkan harga. Akibatnya, seluruh kebutuhan pokok dan ongkos transportasi mengalami peningkatan.

Belajar dari pengalaman itu, pihaknya mulai menjalankan sejumlah rekomendasi yang datang dari berbagai kalangan. Salah satunya, dari Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berharap harga BBM bisa dievaluasi selama periode enam bulan.

"Dan saat ini penjualan BBM Premium pun masih tekor. Hubungan antara harga minyak mentah dengan produk tidak begitu linear," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang menyampaikan, perusahaan yang baik selalu menumpuk keuntungan untuk melakukan ekspansi. Sementara Pertamina dalam menjual BBM justru mencatat kerugian mencapai Rp12,5 triliun.

Di sisi lain, pemerintah dan masyarakat terus menuntut Pertamina membangun kilang di tengah kondisi keuangan yang sulit. "Pertamina rugi Rp80 milia per hari di sektor pemasaran BBM , keuangan Pertamina susah. Sementara Masyarakat menuntut punya kilang hebat seperti Singapura yang sehari punya 1,3 juta barel produksi," jelas dia.Ehs
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login