IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pertamina Klaim Punya Strategi Hadapi Kenaikan Dolar

Pertamina Klaim Punya Strategi Hadapi Kenaikan Dolar

Written By Indopetro portal on Monday, 24 August 2015 | 13:20

indoPetroNews.com - Dolar Amerika Serikat (AS) makin menguat terhadap sejumlah mata uang termasuk rupiah hingga nyaris 14.000 per dolar AS tentu mempengaruhi perusahaan melakukan kegiatan impor termasuk PTPertamina (Persero). Apa siasat Pertamina untuk menghadapi kondisi tersebut?

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro mengatakan saat kondisi nilai tukar rupiah sedang melemah terhadap dolar AS, Pertamina memanfaatkan fasilitas transaksi lindung nilai (hedging) dari Bank Indonesia (BI).

"Jadi itu yang kami lakukan dengan upayahedging," kata Wianda di Jakarta, Senin (24/8). Wianda menambahkan, Pertamina juga sudah menggandeng tiga bank yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memanfaatkan fasilitas hedging. "Kami sudah mendapatkan fasilitas dari BI untukhedging. Ada 3 bank besar yang membantu," tutur Wianda.

Menurut Wianda, fasilitas tersebut terbukti ampuh menghadapi penguatan dolar AS terhadap rupiah, dengan begitu biaya impor minyak mentah dan produk jadi dapat ditekan.

"Selama ini itu yang kami manfaatkan untuk mengurangi potensi meningkatnya biaya akibat dolar yang menguat," kata Wianda.

Wianda mengungkapkan, penguatan dolar AS sangat berpengaruh pada kinerjaPertamina. Lantaran perusahaan energi plat merah tersebut membutuhkan rata-rata dolar AS sebanyak US$ 70 juta per hari untuk membeli minyak mentah dan produk.

"Memang ini agak meningkat, tapi pengeluaran Pertamina rata-rata US$ 70 juta per hari kebutuhan kita. Baik untuk minyak mentah dan produk. Memang itu komposisinya 40 persen minyak mentah, 60 persen untuk produk," ujar Wianda.

Seperti diketahui, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah 0,4 persen menjadi 13.895 per dolar AS jelang akhir pekan dari perdagangan sebelumnya yang berada di level 13.838 per dolar AS.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login