IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Produksi Puncak Blok Cepu Diperkirakan Tertunda

Produksi Puncak Blok Cepu Diperkirakan Tertunda

Written By Indopetro portal on Monday, 3 August 2015 | 09:59

indoPetroNews.com - Pengawas proyek Blok Cepu dari SKK Migas, Yulius Wiratno menyatakan produksi puncak minyak Blok Cepu 165 ribu barel/hari di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang dijadwalkan berkisar Agustus-September 2015, bisa mundur.

"Jelas produksi puncak minyak Blok Cepu 165 ribu barel/hari, akan mundur, terkena dampak aksi massa tenaga kerja proyek Blok Cepu kemarin," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan perbaikan lokasi kerja proyek Blok Cepu akan membutuhkan waktu cukup lama, karena banyaknya peralatan kantor yang rusak akibat amuk massa tenaga kerja.

"Belum bisa ditentukan kapan produksi puncak 165 ribu barel bisa terealisasi, sebab banyak peralatan kantor yang rusak," tegasnya.

Ditanya apa saja kerusakan yang terjadi? ia mengaku tidak hapal, tapi di antaranya, komputer juga benda-benda lainnya di dalam kantor, termasuk kaca sejumlah gedung perkantoran milik PT Tripatra-Samsung, Jakarta.

"Kaca-kaca gedung perkantoran hampir semuanya pecah, karena dilempari massa dengan berbagai benda, termasuk alat perkantoran juga dirusak," jelas Yulius, yang ketika terjadi amuk massa berada di dalam salah satu gedung PT Tripatra di lokasi kejadian.

Sebelum aksi massa, menurut dia, produksi minyak Blok Cepu di Kecamatan Gayam sekitar 80 ribu barel/hari.

Namun, kata dia, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menghentikan produksi minyak di dua lapangan Blok Cepu, yang bisa menghasilkan sekitar 50 ribu barel/hari. Dihentikannya produksi minyak di dua lapangan, karena berdekatan amuk massa.

"Satu lapangan minyak Blok Cepu masih tetap berproduksi sekitar 30 ribu barel/hari, karena lokasinya jauh dari lokasi kerusuhan," ucapnya.

Data yang diperoleh, aksi massa tenaga kerja proyek minyak Blok Cepu sehari lalu yang dipicu sulit keluar dari lokasi untuk makan siang, telah merusak, antara lain, sejumlah perkantoran PT Tripatra, yang disebut Gedung Tripatra "site office".

Massa juga mengambil dan merusak 135 AC, dan menjarah puluhan tabung pemadam kebakaran untuk dilempar-lemparkan. Selain itu, ada sejumlah mobil yang rusak, salah satunya dibakar oleh massa.

Mobil yang rusak yaitu Innova warna putih Nopol S-1950-AK, milik Firmansyah (manajer konstruksi), dan Fortuner perak L-1965-ZB milik Carly, warga Irlandia.



Pajero S-1044-AM, milik CV Prima Abadi, Honda Mobillio L-1963-AZ, milik tamu, Nissan Avara S-9934-D, milik Kamidin.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login