IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Proyek Pembangunan PLTN Mahal

Proyek Pembangunan PLTN Mahal

Written By Indopetro portal on Friday, 14 August 2015 | 14:21


indoPetroNews.com - Mantan Sekretaris Komisi Persiapan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Nengah Sudja mengatakan, PLTN bukanlah pembangkit listrik yang murah dan ekonomis, lantaran biaya pembangunan dan perawatannya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga uap maupun panas bumi.

Sudja mencontohkan apa yang terjadi dengan rencana Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang berencana akan membangun lima unit reaktor nuklir di Bangka. Dia mengungkapkan berdasarkan hasil studi kelayakan bisnis yang telah dilakukan, kontrak biaya pembangunan PLTN di Bangka bernilai US$12 Sen/KWH.

“Sementara, kontrak biaya pembangunan dua unit PLTU Batang hanya US$ 6,1 Sen/KWH dengan kapasitas per unitnya 1000 MW. Jadi PLTN lebih mahal US$5,9 sen/KWH,” katanya di Jakarta, Jumat (14/8).

Berdasarkan hitungan-hitungan pihaknya, perbedaan biaya antara dua pembangkit tersebut, PLTN dan PLTU per 1000 MW nya bisa mencapai US$413,5 juta. Jika akan dibangun lima unit maka perbedaannya mencapai US$2067,5 juta. Sementara jika dihitung berdasarkan umur PLTN yang mencapai sekitar 30 tahun, perbandingannya cukup mencolok yakni mencapai US$62 milyar.

“Memang pure cost PLTN lebih rendah dari batubara, solar, dan minyak, tapi capital cost-nya tinggi karena perlu mengamankan radiasi, karena itulah PLTN jauh lebih mahal. Selain itu, Pengamanan keselamatan PLTN itu berlapis-lapis yang membuat biaya yang dikeluarkan juga tinggi. Biaya asuransi untuk PLTN juga mahal,” kata dia.

Disisi lain, waktu pembangunan PLTN juga relatif lama, rata-rata memakan waktu hingga 10 tahun, minimal 3,8 tahun dan maksimal 36,3 tahun, sedangkan untuk membangun PLTU, rata-rata hanya sekitar empat tahun.

“Indonesia dewasa ini kekurangan pasokan listrik, miskin listrik, jika akan bangun PLTN maka akan menggunakan dana empat hingga lima kali pembangkit listrik fosil atau energi terbarukan," katanya.(hes)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login