IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Rupiah Anjlok, Biaya Eksplorasi Panas Bumi Naik Dua Kali Lipat

Rupiah Anjlok, Biaya Eksplorasi Panas Bumi Naik Dua Kali Lipat

Written By Indopetro portal on Saturday, 1 August 2015 | 07:23

indoPetroNews.com - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan menguatnya dolar AS terhadap rupiah membuat biaya pengeboran panas bumi yang sudah mahal, bertambah mahal.

"Repotnya, biaya eksplorasi panas bumi saat ini naik dua kali lipat. Tadinya, biaya ngebor cuma US$4 juta sampai US$ 5 juta, sekarang naik menjadi US$ 10 juta," kata Rida di Jakarta, Jumat (31/7).

Dengan besarnya biaya serta risiko yang harus ditanggung investor, sambung Rida, wajar bila pengembangan panas bumi nasional lamban bak kura-kura saja. Padahal, pemerintah memberikan berbagai kemudahan mulai perizinan dan penerapan feed in tarif yang pro investor.

Meski demikian, Rida tetap optimis bahwa bisnis energi panas bumi tetap menjanjikan seiring dengan perkembangan teknologi. Apalagi, pemerintah telah memberikan ganti rugi atas risiko pengembangan panas bumi melalui feed in tarif sampai dua digit.

"Harga jual beli listrik sudah double digit. Makanya saya yakin nanti berbondong-bondong investor. Setahu saya, harga yang sekarang dinilai investor the best in the world," sebutnya.

Pemerintah mulai melelangkan lima Wilayah Kerja Panas bumi (WKP) di 2015. Ke-lima WKP ini adalah Kepahiang (Bengkulu), Way Ratai (Lampung), Marana (Sulawesi Tengah), Danau Ranau (Lampung) dan Gunung Lawu (Jawa Tengah). (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login