IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » SKK Migas Menjadi BUK, Pemerintah Aman dari Jeratan Hukum

SKK Migas Menjadi BUK, Pemerintah Aman dari Jeratan Hukum

Written By Indopetro portal on Saturday, 1 August 2015 | 07:46

indoPetroNews.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dikabarkan akan menjadi Badan Usaha Khusus (BUK), yang posisinya di luar struktur pemerintahan Republik Indonesia.

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi mengatakan meski berada di luar pemerintahan, lembaganya akan tetap berada di bawah pembinaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kalau struktur pemerintah kan ada presiden, menteri, eselon 1 dan seterusnya. Terminologi yang tepat mungkin badan usaha khusus," kata dia di Jakarta, Jumat (31/7).

Posisi lembaga yang mengatur industri migas ini tengah diatur dalam revisi Undang-undang Migas yang sampai saat ini masih dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Dengan menjadi BUK, Amien mengatakan pemerintah akan terbebas dari risiko hukum atas keputusan yang diambil oleh SKK Migas. Sebab, SKK Migas-lah yang akan langsung membuat kontrak atau perjanjian perdata dengan kontraktor migas.

"Badan usaha bisa jadi firewall pemerintah. Kalau terjadi apa-apa atas kontrak migas, yang belanjut ke penuntutan maka berhentinya di badan usaha," ujar Amien.

Adapun fungsi dan wewenang badan usaha khusus itu masih sama dengan SKK Migas seperti sekarang. “Ini sesuai dengan amanat Mahkamah Konstitusi.”

Sebelumnya, pemerintah masih mempertimbangkan tiga opsi kelembagaan SKK Migas. Pertama, mengoperasikan SKK Migas seperti saat ini. Kedua, SKK Migas melebur ke PT Pertamina (Persero). Ketiga, SKK Migas menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Khusus.

Dengan menjadi BUMN Khusus, Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, SKK Migas bisa lebih leluasa dan berorientasi pada bisnis migas. Jadi, bisa memacu target peningkatan lifting dan cadangan migas di Tanah Air. "Kalau sekarang, satu kakinya masih ada di pemerintah sebagai regulator," katanya.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login