IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Untung Jual Solar, Rugi Jual Premium

Untung Jual Solar, Rugi Jual Premium

Written By Indopetro portal on Saturday, 29 August 2015 | 12:02

indoPetroNews.com - PT. Pertamina (Persero) akhirnya mendapat keuntungan dengan penjualan bahan bakar minyak (BBM) subsidi Solar. Dan untuk selanjutnya Pertamina akan menyampaikan laporan margin penjualan kepada pemerintah.

"Kalau Solar sudah mulai untung. Kami lihat dengan teliti mana saja yang sudah mulai untung. Kami berikan masukan kepada pemerintah. Kami selalu cocokkan. Kalau satu komoditas rugi tidak masalah," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soejipto di Jakarta, Jumat (28/8).

Hal tersebut berbeda dengan penjualan BBM jenis Premium. Manajemen Pertamina mengaku Premium yang dijual saat ini dibeli oleh perseroan pada periode satu hingga dua bulan yang lalu. Artinya, untuk penjualan Premium pada Agustus ini, Pertamina masih menggunakan harga pada Juli 2015 lalu yang berada di kisaran US$ 60 per barel.

"Jadi tolong dipelajari, kami tidak bisa hanya menghitung dari harga saat ini. Inventori itu nilainya satu bulan dua bulan. Itu berarti hitung harga rata-rata sebulan yang lalu atau dua bulan yang lalu. Jadi kita mesti lihat itu," kata Dwi.

Dwi menerangkan pihaknya sudah melakukan penghitungan harga minyak rata-rata untuk periode Juni-Juli 2015. Dari penghitungan itu, penjualan BBM nonsubsidi jenis premium masih mengalami kerugian sekitar Rp 12-14 triliun. Pasalnya, dengan harga keekonomian premium masih di level Rp 8.000-an per liter. Sedangkan, premium saat ini dibanderol Rp 7.400 per liter untuk Jawa, Madura, dan Bali, serta Rp 7.300 per liter di luar Jawa, Madura, dan Bali.

"Untuk premium saja kami memikul kerugian Rp 12-14 triliun," jelasnya.

Menurut hitung-hitungan Pertamina, jika dihitung menggunakan harga minyak yang dibeli Pertamina sekitar satu bulan hingga dua bulan lalu, maka harga Premium Rp 8.000 per liter. Namun pemerintah tetap menahan harga Premium di level Rp 7.300 per liter untuk wilayah penugasan dan Rp 7.400 per liter untuk di wilayah bukan penugasan yaitu Jawa, Madura dan Bali.

"Bulan Juni dan Juli kami masih temukan harga Premium dengan formula yang ditetapkan oleh pemerintah dan DPR harganya masih jatuh di atas Rp 8000 per liter," paparnya.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login