IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Elan Biantoro: Tanpa Eksplorasi, Dapur Engga Bisa Ngebul

Elan Biantoro: Tanpa Eksplorasi, Dapur Engga Bisa Ngebul

Written By Indopetro portal on Saturday, 5 September 2015 | 18:49

indoPetroNews.com - Tidak dapat dipungkiri memang, ketika pencaharian atau eksplorasi minyak dan gas bumi (Migas) yang dilakukan oleh generasi sebelumnya, pasti buah dari hasilnya akan dinikmati generasi saat ini atau sekarang. Oleh sebab itu semua pihak wajib mendukung agar migas tetap dapat dinikmati anak cucu di masa akan datang.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Elan Biantoro, menjelaskan bahwa hasil dari ekplorasi yang dilakukan belasan tahun tersebut juga memberikan kontribusi bagi penerimaan Negara. Kegiatan usaha hulu migas menyumbang sekitar 25% penerimaan Negara.

“Minyak dan gas itu tidak serta merta keluar dari dalam bumi. Apa yang kita nikmati sekarang sejatinya hasil pencarian panjang di masa lalu. Nah, itu yang seringkali tidak dipahami,” ungkap Elan kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (5/9).

Kegiatan eksplorasi merupakan langkah awal dari seluruh rangkaian kegiatan hulu migas. Sedangkan secara umumnya, aktivitas eksplorasi meliputi studi geologi, studi geofisika, survei seismik dan pengeboran eksplorasi.

Elan menjelaskan, bahwa kegiatan eksplorasi tersebut memerlukan biaya yang besar untuk memperoleh informasi geologi, seismik, pengeboran sumur dan untuk mengolah datanya. Namun di sisi lain, kegiatan ini mengandung risiko dan ketidakpastian yang juga tinggi.

Pasalnya, hasil dari kegiatan eksplorasi sangat bervariasi. Misalnya saja investor dapat gagal menemukan cadangan migas tersebut, atau bisa juga menemukan cadangan tapi tidak bernilai ekonomis jika dikembangkan lebih lanjut. Namun jika berhasil menemukan cadangan migas yang cukup ekonomis untuk dikembangkan, maka kegiatan eksplorasi akan dilanjutkan ke tahap berikutnya, yakni tahap produksi.

Untung saja, industri migas Indonesia mengadopsi sistem Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) yang dapat melindungi Negara dari risiko eksplorasi yang tinggi tersebut. Pasalnya, dalam sistem PSC, hanya kegiatan eksplorasi yang berhasil menemukan cadangan migas yang ekonomis untuk dikembangkan saja yang biaya investasi eksplorasinya akan dikembalikan melalui mekanisme cost recovery.

Namun meskipun terbebas dari risiko yang tinggi, sukses eksplorasi sebenarnya sangat penting untuk menjamin kelangsungan industri hulu migas nasional. Sebenarnya, eksplorasi yang gagal pun bukanlah merupakan suatu kerugian yang murni. Sebab, kegiatan yang gagal tersebut menghasilkan data sebagai panduan kegiatan eksplorasi berikutnya.

Kendati demikian, seluruh rangkaian kegiatan eksplorasi tersebut tidak selalu mendapat dukungan dari semua pemangku kepentingan. Berdasarkan data dari SKK Migas, kegiatan eksplorasi menemui berbagai kendala di lapangan, dan yang paling utama justru berkaitan dengan kendala-kendala eksternal, yaitu masalah sosial, perizinan dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, Elan mengharapkan, semua pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan yang penuh bagi kegiatan eksplorasi di masa mendatang. “Sektor hulu migas ini seperti dapur yang memberi energi ke seluruh rumah bernama Indonesia. Tanpa eksplorasi, dapurnya gak akan bisa ngebul,” tutup Elan.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login