IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Enam Negara Asing Tertarik Bangun Kilang di Indonesia

Enam Negara Asing Tertarik Bangun Kilang di Indonesia

Written By Indopetro portal on Wednesday, 16 September 2015 | 19:08

indoPetroNews.com - Pemerintah mengaku sudah ada enam negara yang ingin berinvestasi kilang dan tangki penyimpanan minyak (storage) di Indonesia, yakni Arab Saudi, Kuwait, China, Kanada, Korea Selatan, dan Irak.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, mengatakan keenam negara tersebut telah mengajukan minat dengan mengirimkan surat ke pemerintah. Mereka meminta pemerintah agar memfasilitasi pembangunan kilang tersebut.

"Selain Saudi Aramco, sejumlah negara maupun perusahaan telah menyurati pemerintah Indonesia dan menyatakan minatnya untuk membangun kilang dan storage, antara lain Kanada, China melalui Sinopec, Irak dan Kuwait, serta perusahaan asal Korea Selatan," ujar Wiratmaja dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (16/9)

Diakuinya, kunjungan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu ke Arab Saudi juga untuk melakukan pembicaraan terkait investasi kilang. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Keuangan Arab Saudi menyatakan komitmennya untuk investasi kilang di Indonesia senilai US$10 miliar, melalui Saudi Aramco.

Menurut Wirat, selain membangun kilang, Saudi Aramco juga berminat untuk membangun serta distribusinya. Dengan permodalan Saudi Aramco yang besar, diharapkan juga dapat membantu Indonesia memperkuat infrastruktur di daerah-daerah frontier demi ketahanan energi nasional.

Sebagaimana diketahui, Saudi Aramco sebelumnya telah melakukan penjajakan untuk membangun kilang di Indonesia. Bahkan mereka telah melakukan studi kelayakan pembangunan kilang di Tuban, Jawa Timur, bersama Pertamina. Hanya karena ada beberapa insentif yang diminta tidak bisa dipenuhi pemerintah, rencana tersebut akhirnya batal.

Selain itu juga Perusahaan asal Kuwait, Kuwait Petroleum Corp (KPC) juga pernah melakukan studi kelayakan serupa dengan Pertamina di Balongan pada 2011. Pada 2013 KPC membatalkan rencana investasinya karena permasalahan yang sama dengan Aramco. Saat ini KPC berencana membangun kilang berkapasitas 200 ribu barel per hari. Perusahaan Cina Sinopec dan Kuwait Petroleum Co juga melakukan hal yang sama. Pada tahun 2012, Sinopec Corp juga pernah berencana membangun kilang di Batam senilai US$850 juta.

Dengan adanya minat besar dari beberapa negara, saat ini pemerintah tengah mengupayakan agar rencana investor untuk membangun kilang ini bisa terealisasi. Untuk mendukung pembangunan kilang, pemerintah akan segera menerbitkan peraturan presiden (perpres) tentang pembangunan kilang minyak baru. Dalam perpres ini akan diatur pemberian insentif fiskal bagi investor yang membangun kilang. Ada empat opsi pembangunan kilang yang diatur dalam perpres ini, yakni oleh badan usaha, kerja sama pemerintah dengan badan usaha, penugasan khusus kepada PT Pertamina, dan pembiayaan dari anggaran negara.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login