IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Gandeng Pertamina, Adaro Putus dengan Shell

Gandeng Pertamina, Adaro Putus dengan Shell

Written By Indopetro portal on Thursday, 17 September 2015 | 18:55

indoPetroNews.com - PT Adaro Energy Tbk. melalui anak usahanya yakni Adaro Indonesia dan Indonesia Bulk Terminal telah mengakhiri hubungan kerja sama dengan PT Shell Indonesia pada 11 September 2015 lalu.

Sebagai informasi, pada 1 September 2009, Adaro melalui PT Indonesia Bulk Terminal menandatangani perjanjian kerja sama fasilitas bahan bakar dengan Shell.

Berdasarkan perjanjian ini, Shell setuju membangun fasilitas penampungan BBM dengan kapasitas minimum 60.000 ton minyak diesel diatas tanah milik Indonesia Bulk Terminal. Kedua pihak juga sepakat membangun fasilitas bongkar muat minyak diesel bersama.

Seharusnya perjanjian ini baru berakhir pada 31 Desember 2022. Namun Adaro lebih dulu mengakhiri kerja sama tersebut menyusul ditandatanganinya perjanjian kerja sama strategis antara Adaro Energy Tbk dan PT Pertamina (Persero) pada 11 September 2015 kemarin.

"Pengakhiran kerja sama ini akan berlaku efektif pada tanggal 1 November 2015," ujar Sekretaris Perusahaan Adaro Energy Tbk Mahardika Susanto dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (16/9).

Dengan begitu, per 1 November 2015 PT Shell Indonesia wajib mengalihkan seluruh kepemilikan dan penguasaan atas fasilitas infrastruktur bahan bakar minyak milik PT Shell Indonesia yang terletak di Pelabuhan Mekar Putih kepada PT Indonesia Bulk Terminal.

Sebelumnya, PT Adaro Energy Tbk. gandeng PT Pertamina (Persero) dalam perjanjian kerjasama strategis yang pertama di bidang infrastruktur, transportasi dan pemenuhan kebutuhan BBM (Biosolar).

Diketahui, kontrak kerjasama akan berlangsung selama 7 tahun, terhitung sejak 1 November 2015 hingga 1 Oktober 2022.

Direktur Utama Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan sebelumnya, Adaro membeli bahan bakar dari perusahaan asing tersebut dengan nilai US$ 330 juta sampai US$ 340 juta per tahun. "Sekarang kita beli dari Pertamina, transaksinya dalam mata uang rupiah," ujar dia.

Meski demikian, ia tak mengungkap besaran efisiensi yang diraih perusahaan dengan pengalihan pembelian dan pengelolaan infrastruktur BBM dari Shell ke Pertamina.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login