IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Harga BBM Tidak Turun, Rakyat Bayar Utang Pertamina

Harga BBM Tidak Turun, Rakyat Bayar Utang Pertamina

Written By Indopetro portal on Monday, 7 September 2015 | 17:41

indoPetroNews.com - Ketua Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika menyayangkan sikap Pertamina yang masih mempertahankan harga BBM jenis premium dan solar yang masih bertengger di angka Rp7.300 dan Rp6.900 per liter.

Dia menjelaskan, harga BBM di bunker Singapura saat ini sekitar USD450 per metrik ton atau Rp6.300 per liter untuk jenis Pertamax Plus RON 95. Jika di ekspor ke Indonesia, maka ditambah ongkos lain termasuk pajak menjadi Rp6.900 per liter.

"Jadi menjual harga BBM Rp7.300 sudah untung, tapi kenapa pemerintah bilang Pertamina masih rugi terus. Kalau pemerintah nutupin kerugian Pertamina, namanya subsidi, tapi masa rakyat yang harus nombokin perusahaan," katanya, di Jakarta, Senin (7/9).

Kader Partai Gerindra ini menilai penurunan harga minyak dunia lebih besar dibanding pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Sekarang dolar AS Rp14.000, artinya kurs rupiah anjlok 12 persen. Sementara harga minyak mentah Indonesia dari USD60 menjadi USD42,18 atau turun 28 persen. Jadi penurunan harga minyak lebih besar dan ini bisa menjadi basis turunnya harga BBM," kata Kardaya.

Kardaya menyindir Pertamina yang tetap mempertahankan harga BBM di saat PT PLN (Persero) menurunkan tarif dasar listrik karena alasan harga minyak dan batubara yang anjlok.

"PLN yang tidak langsung berhubungan dengan minyak saja, menurunkan tarif, kenapa Pertamina tidak. Logikanya kan harga BBM harus turun dong," ujarnya.

Di tempat berbeda, Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara memprediksikan harga minyak dunia tetap akan turun, namun terbatas. Kemungkinan, harga minyak dunia terendah berkisar US$ 38-39 per barel. "Kalau di bawah 30 dolar AS, banyak negara yang bankrut termasuk Amerika juga," papar Marwan.

Sekedar informasi saja, harga minyak pada perdagangan hari ini, turun variatif. Untuk minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) turun 1,5% menjadi U$ 46,05 per barel. Sedangkan minyak mentah Brent pengiriman Oktober turun U$ 2,30 menjadi U$ 50,40 .

Masih menurut Marwan, Indonesia minyak mentah akan sangat diuntungkan dengan merosotnya harga minyak dunia. Tapi, bisa juga berarti petaka karena pendapatan negara dari migas, cukup besar.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login