IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Investasi Kilang Mini Mengundang Kontroversi

Investasi Kilang Mini Mengundang Kontroversi

Written By Indopetro portal on Friday, 4 September 2015 | 09:46

indoPetroNews.com - Telah 20 tahun lebih lamanya Indonesia luput dari pembangunan kilang minyak yang baru. usaha membangun kilang kecil juga mengundang kontroversi. Alasannya, usulan dari pemerintah untuk membangun kilang mini belum didukung jaminan, perangkat regulasi, transparansi dan keberpihakan.

Presiden Direktur PT Geo Putera Perkasa, ETS Putera menilai permasalahan yang timbul adalah asal-muasal dari feedstock atau bahan baku minyak yang akan dialokasikan. Putera menyebutkan feedstock minyak bagian negara, masih banyak dibutuhkan oleh Kilang Pertamina.

“SKK Migas jangan melakukan pembodohan pada kita,” ujar Putera, di Jakarta, Kamis (3/9).

Oleh karena itu, dia menyarankan agar pengusaha mengetahui secara benar kondisi dan kenyataan di lapangan. Tujuan utamanya agar semua pengusaha tahu, feedstock jangan mengandalkan dari dalam negeri. "Feedstock dipakai itu mengganggu dan telah menjadi haknya Pertamina,” sebutnya.

Ia memaparkan bahwa feedstock itu hak milik negara atau milik swasta. Jika disalahgunakan bisa berakibat pada kasus hukum. "Bagaimana cara mendapatkannya, kalau ujung-ujungnya nanti tersangkut masalah hukum,” kata Putera.

Diakui Putera, memang ada konstitusi dan UU pasal 33 yang mengatur. Namun kilang mini yang akan dibangun pengusaha nasional tidak mengacu berdasarkan UU tersebut.

"Acuannya berdasarkan apa? Keputusan menteri-kah? Kalau kita bangun 100 kilang, apakah menteri akan menerbitkan Keputusan Menteri untuk masing-masing kilang?" papar Putera.

Dia menambahkan, jika Pertamina dinyatakan tidak bisa membangun kilang mini itu merupakan kebohongan publik. Putera memaparkan alasan Pertamina selama ini tidak membangun kilang mini, karena perseroan jika membangun kilang mini sama saja mematikan jalur pipa yang telah mereka bangun terlebih dahulu.

"Belum lagi ditambah dengan ‘floating storage and offloading’ (FSO) pendukungnya,” papar Putera.

Oleh sebab itu, Putera berharap agar pihak SKK Migas jangan mengajak pihak lain membuat kilang. Putera juga mengimbau jika pengusaha ingin membangun kilang, jangan pakai feedstock dalam negeri.

"Kita bukan jagoannya. Kalau kita diajak bangun feedstock dalam negeri, maka itu salah besar. Feedstock-nya harus dari luar negeri, itu baru membantu Indonesia,” ujar Putera.

Saat dikonfirmasi, di tempat berbeda, Kepala Bagian Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Elan Biantoro menyatakan, tidak menutup kemungkinan feedstock didatangkan dari luar negeri.

“Kendati demikian jangan kemudian kita rebutan minyak dari dalam negeri. Ya, memang ada dalam negeri. Tapi tidak menutup kemungkinan harus membuka dari luar negeri karena feedstock-nya impor,” ungkap Elan.

Dia membandingkan Indonesia dengan Singapura yang lebih proaktif membangun kilang padahal negeri Singapura tidak mempunyai sumber daya alam yang berupa minyak.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login