IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Kebijakan Menhub Soal Avtur, Perlu Dikaji Lebih Dalam

Kebijakan Menhub Soal Avtur, Perlu Dikaji Lebih Dalam

Written By Indopetro portal on Monday, 14 September 2015 | 11:39

indoPetroNews.com - Rencana Menteri Perhubungan, Iqnatius Yonan, membolehkan swasta menjual bahan bakar untuk pesawat terbang (avtur) di bandara cukup bagus, jika harga Pertamina yang dinilainya lebih mahal 20 persen.

“Itu ide bagus. Kalau harga avtur bisa lebih murah, maka bisa menekan harga tiket pesawat terbang,” kata Direktur eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, Minggu (13/9).

Namun, Sofyano meminta menhub harus bisa yakinkan masyarakat negeri ini dan menjamin perusahaan swasta mampu mengadakan serta menjual avtur lebih murah di seluruh bandara.

Bukan cuma bandara yang basah dan gemuk saja, tapi juga bandara lain yang ada di negeri ini, seperti bandara kecil di wilayah Indonesia timur seperti di Papua, Maluku, Kalimantan dan lain lain.

“Masyarakat sangat menanti apakah sebagai Menhub, Yonan bisa menurunkan harga tiket penerbangan domestik dengan hanya memasukan pebisnis baru avtur di bandara,” ujarnya.

Sebaliknya, Pertamina sesuai UU BUMN dan UU Persero wajib menghasilkan laba, harus berbesar hati, dan berani melepas bisnis avturnya secara sukarela.

Dan pemerintah tidak boleh intervensi kalau Pertamina melepas bisnis avturnya di Indonesia Timur, jika bisnisnya merugi. “Menhub juga tidak mempermasalahkan ini persoalan klasik,” tegasnya.

Sofyano menilai Yonan berpeluang disorot publik, jika rencananya memasukan perusahaan swasta menjual avtur di bandara yang menguntungkan saja, seperti Soekarno Hatta, Juanda-Surabaya, Ngurah Rai-Bali, Sam Ratulangi-Manado, Batam, Padang, Balik Papan, Medan dan lain-lain. Apalagi jika pihak swasta yang didorong Yonan masuk ke bisnis avtur adalah perusahaan asing.

Sebagai contoh pihak Shell pernah juga berjualan avtur di bandara Soekarno Hatta pada 2007. Namun mereka mundur menutup bisnis avturnya pada 2009, karena kabarnya bisnis avtur-nya rugi, kalah bersaing dengan Pertamina.

Selama ini penyediaan dan pengisian avtur bagi pesawat terbang yang beroperasi di sektor domestik di wilayah NKRI, dikuasai Pertamina. Anehnya, penguasaan Pertamina atas bisnis avtur di negeri ini, tapi tidak pernah digugat pihak lain yang bisa dinilai melanggar Undang Undang Anti Monopoli. “Kenapa ini tidak ada yang menggugat?” katanya balik bertanya.

Ia yakin rencana Menhub Iqnatius Yonan soal suplay avtur bagi penerbangan domestik akan diapresiasi masyarakat, jika ia bertujuan untuk mewujudkan tarif penerbangan yang murah.

Tapi, ia juga harus menjelaskan ke publik, apakah harga avtur selama ini merupakan penyebab utama yang menjadikan mahalnya ongkos penerbangan pada pesawat terbang domestik di negeri ini. “Apa sudah melakukan audit terhadap cost operasional perusahaan penerbangan yang ada, terkait tarif terbang yang berlaku?” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan apa menhub sudah mengetahui secara benar, misalnya Angkasa Pura juga ikut mempengaruhi biaya terbang. Untuk berjualan avtur di area bandara Angkasa Pura atau juga bandara-bandara milik TNI AU dan TNI AD tentu ada kewajiban sewa lahan, thruput fee (kompensasi) bahkan fasility fee dan marketing fee yang harus dibayar oleh badan usaha penyedia avtur. “Secara bisnis tentu harus dibebankan kedalam besaran harga jual,” terangnya.

Pihaknya yakin bahwa Inefisiensi airliner, salah satu penyebabnya adalah antrean pada saat mau take off dan landing.

Berapa banyak Avtur yang terpaksa dibakar sia-sia pada saat pesawat antri mau terbang. Ini penyebab borosnya bahan bakar pesawat dan sepertinya Ini tidak mau diakui oleh Kemenhub, karena terkait dengan manajemen bandara yang notabenenya adalah tanggung jawab Menhub.

“Semoga saja Pak Yonan ikut memelototi hal ini. Jangan sampai terjadi, semut diseberang lautan nampak, tapi gajah dipelupuk mata tidak terlihat,” pungkasnya.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login