IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Kembangkan EBT, Indonesia Pinjam ke Jerman Rp 31 Triliun

Kembangkan EBT, Indonesia Pinjam ke Jerman Rp 31 Triliun

Written By Indopetro portal on Wednesday, 2 September 2015 | 10:44

indoPetroNews.com - Jerman akan memberikan utang atau kredit sejumlah 400 juta euro kepada Indonesia untuk pengembangan sektor energi baru dan terbarukan (EBT). Dana yang setara dengan Rp.31 triliun ini akan difokuskan untuk energi baru terbarukan seperti tenaga air dan panas bumi. Dana tersebut akan diberikan melalui Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW) atau Bank Pembangunan Jerman.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia George Witschel mengatakan kerja sama sektor energi ini memang difokuskan pada energi baru terbarukan dengan bekerja sama dengan bank pembangunan Jerman. "Bank Pembangunan German, sudah lama kerja sama dengan paten di Indonesia, dan sudah memberikan kredit sifat langsung seperti PLN dan Pertamina, inti dari kredit ini adalah untuk perlindungan lingkungan hidup dan perubahan iklim, yang mana dititikberatkan pada energi baru terbarukan," ujarnya, di Jakarta, Selasa (1/9).

Ia juga menyebutkan, sebetulnya kerja sama seperti ini sudah pernah dilakukan sebelumnya dengan beberapa perusahaan BUMN seperti PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Tahun ini saja, lanjut Witschel, KfW sudah memberikan dana ke PT PLN sebesar 300 juta euro untuk pengembangan sektor kelistrikan. "Jadi tahun ini kita lakukan satu proyek dengan PLN 300 juta euro, dan kita menunggu mudah-mudahan ada kontrak lanjutan. Saya yakin 2016 sampai pada target dari jumlah yang kita inginkan," bebernya.

Ditempat yang sama, Represntative of KFW Indonesia Cristoph Twerenbold, mengatakan jika dialog yang dilakukan kedua negara murni untuk pembelajaran antara dua negara dalam mengembangkan energi yang ramah akan lingkungan.

"KfW dalam pelaksanaan dilapangan ada dana sejumlah dua miliar euro. Dalam konteks ini Indonesia masuk dalam fokus pembicaraan dalam sektor energi tenaga air, panas bumi, dan matahari. Termasuk sistem desentralisasi dan jaringan listrik Jawa Bali," kata Cristoph.

Sementara jumlah kredit yang diberikan 400 juta euro ini masuk sebentar lagi ditandatangani atau sudah konkret dalam pipeline pendanaan.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login