IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Masyarakat Belum Mendapat Penjelasan Kerugian Pertamina Rp.15,2 Triliun

Masyarakat Belum Mendapat Penjelasan Kerugian Pertamina Rp.15,2 Triliun

Written By Indopetro portal on Monday, 21 September 2015 | 11:17

indoPetroNews.com - Selain masih belum ingin menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), PT. Pertamina juga memberi pernyataan bahwa perseroan (Persero) kembali mencatat defisit atau kerugian yang terus bertambah mencapai Rp15,2 triliun, hingga hari ini.

Kerugian ini, disebabkan karena penjualan BBM jenis premium yang dijual di bawah harga keekonomian saat harga minyak dunia tinggi. Meskipun sebelumnya Pertamina didesak untuk membuka kepada publik, berapa hitung-hitungan keekonomian harga BBM Premium sehingga perusahaan migas nasional ini mengalami kerugian.

"Yang terjadi itu seperti apa? Sebagai orang awam dan pelaku undustri banyak bingung. Serugi itu kah pertamina. Karena tidak ada penjelasan pertamina. Hitungannya seperti apa," kata Kepala Kajian Kemiskinan dan Perlindungan Sosial LPEM FEUI, Teguh Dartanto, dalam Diskusi Energi Kita di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (20/9).

Artinya, Teguh menambahkan, urusan ini bukan murni urusan Pertamina, melainkan juga menjadi urusan pemerintah. "Ini harga minyak turun kok BBM tidak turun turun. Orang akan tanya Pertamina ini gimana?" ujar dia.

Sayangnya, Teguh bilang, pemerintah belum memberi sinyal penurunan harga jual Premium dan Solar meski harga minyak mentah jatuh. Strategi pemerintah mempertahankan harga BBM ini, menurut dia, dipertanyakan masyarakat.

"Anginnya sih pemerintah belum akan menurunkan. Tapi lebih baik diturunkan walaupun tidak terlalu besar supaya rakyat tidak bertanya-tanya, kok Pertamina tidak menurunkan harga saat harga minyak jeblok," ujar dia.

Untuk diketahui, harga BBM Premium Rp 7.400 per liter, sedangkan Solar dibanderol Rp 6.900 per liter dengan subsidi tetap Rp 1.000 per liter.

Sementara Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk, Destry Damayanti menyatakan, masyarakat miskin saat ini sedang kehilangan daya beli akibat pelemahan ekonomi nasional. Masyarakat menengah pun, dinilainya, cenderung memperketat pengeluarannya.

"Jika harga BBM turun, maka berdampak signifikan untuk daya beli masyarakat. Setiap 10 persen penurunan harga BBM, maka inflasi akan turun 0,5 persen-0,7 persen karena masyarakat punya daya beli yang lebih baik," tegas dia.

Hasil penelitian LPEM FEUI, menyebutkan bahwa angka kemiskinan naik 860 ribu penduduk menjadi 28,59 juta jiwa karena efek dari kenaikan harga jual BBM pada November 2014 lalu.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login