IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pemerintah Beri Sinyal Akan Hapus Premium

Pemerintah Beri Sinyal Akan Hapus Premium

Written By Indopetro portal on Tuesday, 29 September 2015 | 15:24

indoPetroNews.com - Pemerintah memberi sinyal akan menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, dan digantikan dengan kualitas RON di atas 90. Menurut Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu, penghapusan tersebut lebih disebabkan kualitas premium yang dinilai kurang efisien.

Said mengatakan, kilang di Indonesia memang diperuntukkan bagi produksi BBM jenis premium, karena rata-rata masih menggunakan teknologi lama. Seiring makin meningkatnya kebutuhan BBM yang lebih efisien, kilang lama tersebut harus di-upgrade dengan teknologi baru.

"Jadi memang kilang-kilang lama itu harus di-upgrade menggunakan teknologi baru. Dan setelah di-upgrade, hanya bisa memproduksi RON 90 ke atas," kata Said, di Jakarta, Selasa (29/9),

Jika kilang penghasil premium tetap dipertahankan, dikhawatirkan akan merugikan badan usaha yang berinvestasi dalam jual beli BBM. Padahal, di dunia internasional, kata Said, Indonesia saat ini menjadi satu-satunya negara yang menghasilkan premium.

"Kilang yang dimiliki berteknologi lama, sehingga seluruh kilang itu harus di-upgrade agar menghasilkan BBM yang kualitasnya lebih bagus. Jadi perkiraan saya memang, lama-lama premium habis karena memang tidak efisien dibandingkan kilang yang menghasilkan RON di atas 90," ujarnya.

Dia menambahkan, kilang yang dibangun di Indonesia awalnya memang ditujukan untuk menghasilkan minyak tanah dan nafta. Nafta inilah yang kemudian dicampur dengan bahan tertentu dan menghasilkan premium.

"Sejauh ini memang untuk memenuhi kebutuhan BBM yang terus meningkat, sejumlah badan usaha migas mulai meng-upgrade kilang-kilang yang sudah tua. Salah satunya Pertamina. Tetapi setelah di-upgrade tidak lagi menghasilkan BBM di bawah RON 90," kata Said.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan juga telah menyampaikan pembangunan kilang minyak baru dapat memperbaiki perekonomian Indonesia. Pasalnya, hal itu bisa membantu defisit produksi minyak mentah.

Bahkan, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, defisit neraca perdagangan Indonesia dikarenakan defisit di sektor minyak dan gas. Karena itu, pemerintah perlu memperbaiki permasalahan BBM.

"Defisit di BBM, karena kalau defisit crude memang tidak bisa kita atasi. BBM mau enggak mau jawabannya harus bikin kilang. Ini topik yang basi, tetapi masih relevan," ucap Bambang.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login