IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pemerintah Genjot Cadangan BBM dari 21 Hari Menjadi 30 Hari

Pemerintah Genjot Cadangan BBM dari 21 Hari Menjadi 30 Hari

Written By Indopetro portal on Wednesday, 16 September 2015 | 11:19

indoPetroNews.com - Pemerintah berencana genjot cadangan operasional bahan bakar minyak (BBM) dari 21 hari menjadi 30 hari. Alasannya demi ketahanan energi nasional.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menjelaskan, cadangan strategis digunakan untuk menjamin ketahanan energi jangka panjang, serta digunakan untuk mengatasi kondisi kritis alias darurat energi.

"Sementara cadangan operasional disediakan oleh badan usaha. Saat ini, cadangan operasional mencapai 21-22 hari yang dilakukan oleh PT Pertamina," kata Wiratmaja di Jakarta, Selasa (15/9).

Untuk meningkatkan cadangan operasional menjadi 30 hari, Wiratmaja menghitung, diperlukan tambahan BBM sebanyak 15 juta barel. Sementara untuk cadangan strategis 30 hari, diperlukan BBM sebesar 45 juta barel.

"Kalau kita memiliki storage, ketika harga naik atau turun, kita tenang saja. Seperti bendungan, ketika musim hujan tiba atau musim kering, kucuran air tetap ada," kata Wiratmaja.

Terkait peningkatan cadangan operasional dan strategis ini, sambungnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan agar dilakukan penambahan storage atau tangki penyimpanan BBM.

Sejauh ini, lanjut Wiratmaja, Kementerian ESDM telah mendata storage atau tangki penyimpanan yang di miliki KKKS dan BUMN di dalam negeri. Ternyata, kapasitasnya tak lebih dari 1 juta barel. Untuk memenuhi kekurangannya, sejumlah badan usaha telah mengajukan diri untuk membangun storage.

"Sebenanya banyak badan usaha yang mau membangun storage dan disewa oleh kita. Isinya (BBM) juga dari mereka. Kita menyewanya(membayar) tergantung yang kita ambil saja. Ini regulasinya sedang disusun, sebaiknya bagaimana," ujarnya.

Mengenai rencana PT Pertamina untuk membeli kilang atau storage yang ada di luar negeri, kata Wiratmaja, perlu dukungan. Sebab, membangun kilang atau storage di dalam negeri, membutuhkan waktu yang cukup lama.

Meski demikian, lanjut Wiratmaja, pemerintah tetap berkeinginan agar storage dapat dibangun di dalam negeri karena hal ini berarti investasi masuk ke dalam negeri, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penguasaan teknologi.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login