IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » SKK Migas Dorong Pembangunan Kilang Mini

SKK Migas Dorong Pembangunan Kilang Mini

Written By Indopetro portal on Tuesday, 1 September 2015 | 17:01

indoPetroNews.com - Gagasan pemerintah lewat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mendorong pembangunan kilang mini di daerah remote guna efisiensi biaya di tengah krisis harga minyak dunia belakangan ini kian mengemuka. SKK Migas pun merangkul pihak swasta dalam pembangunan tersebut.

Dikatakan oleh Direktur Utama PT. Tri Wahana Universal (TWU) Rudy Tavinos latar belakang perlunya dibangun kilang mini di berbagai daerah adalah karena cadangan minyak bumi Indonesia tidak besar dan distribusi minyak bumi dari sumur ke export point berjauhan.

"Juga ada masalah distribusi BBM dari kilang ke daerah-daerah di Indonesia yang terkendala masalah infrastruktur,” terang Rudy, di Jakarta, Selasa (1/9).

Karena itu TWU mulai melirik peluang membangun kilang mini di berbagai daerah seperti di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. "Kilang mini yang TWU bangun itu seperti skid mounted yang kayak Lego, di mana kalau minyaknya sudah habis kita bisa pindah lagi," terangnya.

Namun ada kelemahan yang diakui sendiri oleh Rudy Tavinos dalam membangun kilang mini di daerah terpencil, karena akses untuk membawa peralatan dan bahan-bahan untuk membangun kilang mini cukup sulit. “Tolong bagi yang mau berinvestasi di kilang mini melihat dulu infrastruktur di daerah yang mau dibangun, dilihat jembatannya kayak apa, jalannya kayak, karena didesain berdasarkan kapasitasnya,” paparnya.

Menurut Ketua Komunitas Migas Indonesia (KMI) S. Herry Putranto, kendala akses infrastruktur dalam penyaluran minyak lewat pipa, diangkut lewat jalan darat atau kapal sebenarnya bisa dipotong dengan membangun kilang mini di dekat sumur minyak. “Harga minyak kan lagi rendah, supaya bisa efisien maka ada konsep processing di tempat," katanya.(ehs)




Namun untuk membangun kilang mini di daerah terpencil juga dirasa masih sulit mengingat akses untuk membangunnya di daerah pelosok juga terbilang rumit. Belum lagi pasokan crude oiljuga dirasa masih cukup sulit. “Kalau TWU bilang minimal untuk crude #6.000 barel, tapi itu enggak mudah mendapatkannya,” jelasnya.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login