IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Sumur Tua Bojonegoro Didorong Menyeimbangkan Kebijakan dan Kearifan

Sumur Tua Bojonegoro Didorong Menyeimbangkan Kebijakan dan Kearifan

Written By Indopetro portal on Monday, 21 September 2015 | 15:17

indoPetroNews.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), KH. Hasyim Muzadi 'turun gunung' untuk meninjau sumur minyak tua di Bojonegoro, Jawa Timur.

Mantan ketua umum PBNU itu bilang, PT Pertamina EP yang bakal mengelola sumur minyak tua di Bojonegoro, harus mengedepankan adanya keseimbangan antara kebijakan dan kearifan.

"Artinya, tidak bisa hanya kebijakan saja tapi perlu arif," kata Hasyim seperti disampaikan Pandjie Galih Anoraga, Humas PT Pertamina EP dalam rilis di Jakarta, Senin (21/9).

Kata Pandjie, KH Hasyim bertemu dengan sejumlah pemangku kepentingan guna membahas masalah pengelolaan sumur tua di Bojonegoro. Dalam pertemuan yang dipimpin Bupati Bojonegoro Suyoto, dihadiri Presiden Direktur PT Pertamina EP Roni Gunawan, Kepala SKK Migas Amin Sunaryadi, Kapolres Bojonegoro AKBP Hendri Fiuser, anggota DPRD Bojonegoro, dan pejabat lainnya.

Kata Hasyim, ada tiga kemungkinan terkait penerapan aturan dalam pengelolaan sumur tua Bojonegoro. Pertama, aturannya secara konten sudah benar dan sudah diterapkan secara benar.

Kedua, aturannya sudah benar tapi sulit diimplementasikan secara praktis di lapangan. Ketiga, aturannya memang tidak beraturan (tidak benar) sehingga tidak mungkin diterapkan secara implementatif di lapangan.

"Untuk mengatasi masalah sumur tua ini semua pihak jangan saling menyalahkan," kata Mbah Hasyim.

Dalam kaitan itu, Hasyim mengingatkan, penyelesaian masalah pengelolaan sumur tua Bojonegoro, tidak mungkin melihat hanya dari pendekatan hukum atau legal formal semata. "Sisi ekonomi dan sosial rakyat mesti betul-betul diperhatikan agar tak timbul gejolak sosial," kata Hasyim.

Saat ini, jumlah sumur tua Bojonegoro yang terletak di Desa Wonocolo dan Wonomulyo, mencapai 255 sumur. Namun tak semua berproduksi. Di Wonocolo, misalnya, hanya 60 sumur yang masih berproduksi. Total produksinya antara 20 sampai 25 tangki minyak mentah per hari. Tiap tanki berkapasitas 5.000 liter.

Selama ini, masyarakat sekitar sumur menggantungkan hidup dari minyak mentah hasil penambangannya. Ketika ada pelarangan penambangan minyak di suur tua, tentu saja menjadi ancaman bagi masyarakat setempat.

Rencananya, sumur minyak tua Bojonegoro akan dikelola Pertamina EP. Target produksinnya sebesar 1.500 barel per hari. "Ya lumayan juga. Pertamina EP secara bertahap dan terencana akan menerapkan ketentuan HSSE (Health, safety, security, and environment) dan manajemen pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik," kata Rony.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login