IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Teror Penembakan Gedung ESDM Baru Pemanasan?

Teror Penembakan Gedung ESDM Baru Pemanasan?

Written By Indopetro portal on Saturday, 12 September 2015 | 19:20

indoPetroNews.com - Penembakan yang terjadi di kantor Dirjen Ketenagalistrikan kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, sekitar pukul 13.00 WIB Kamis (10/9) kemarin, dinilai sebagai sebuah pesan mafia. Bahkan penembakan itu disebut sebagai teror episode pertama alias baru pemanasan.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahean menduga, mafia menginginkan Menteri ESDM Sudirman Said jangan terlalu ngotot menutup ruang gerak mafia melalui kebijakan menteri.

Pasalnya, menurut dia, kebijakan fundamental yang dibuat Sudirman dalam sembilan bulan terakhir ini banyak mengarah pada penutupan 'lumbung mainan' mafia migas.

Misalnya, pembubaran Petral yang diikuti audit investigasi, keputusan mengambil alih TPPI dan dikelola oleh Pertamina. Pembangunan kilang minyak baik untuk pengolahan maupun penyimpanan juga dimulai.

"Jadi pembenahan ini mengubah sistem yang sudah ada sejak bertahun-tahun. Di saat yang bersamaan, ada sejumlah kasus terkait energi yang masih bergulir di meja hijau," ujar Ferdinand, di Jakarta, Jumat (11/9).

Menurut Ferdinand, Sudirman juga telah memangkas 60 persen perizinan dan memindahkan hampir seluruh perizinan ke PTSP di bawah koordinasi BKPM. Kemudian pemangkasan subsidi BBM telah dialihkan ke sektor produktif seperti pembangunan infrastruktur.

Pembenahan lain, memutuskan kelanjutan operasi Blok Mahakam dan menyerahkannya kepada Pertamina. Tentunya, lanjut Surya, semua ini berimplikasi pada eliminasi ruang korupsi dalam bidang migas.

"Lumbung korupsi yang sudah dinikmati mafia migas, akhirnya dipreteli pemerintah. Pemberangusan lumbung mafia hanya dalam sekejap. Ini tak pernah terjadi dalam sejarah migas di Indonesia. Bagi kaum mafia keputusan-keputusan itu sungguh pahit," ujarnya.

Di internal Kementerian ESDM sendiri, Sudirman juga telah melakukan perombakan di level eselon satu hingga empat. Ada mutasi, rotasi, promosi, dan demosi pejabat.

Karena itu menurut Ferdinand, patut diduga penembakan kantor Kementerian ESDM merupakan teror. Namun ia berharap Sudirman tidak ‎menurunkan semangat pemutusan rantai korupsi di lingkungan energi minyak dan gas (Migas) meski mafia telah menerornya. Rakyat akan ikut mengawal.

"Walau seperti apapun teror yang dilancarkan mafia, masyarakat berharap Menteri ESDM tidak takut dan terus menjalankan semangat pemberantasan korupsi," katanya.

Seperti diketahui, peristiwa penembakan terjadi diruang yang ditempati oleh Kepala Unit Pengendali Kinerja, Dr. Widhyawan Prawiranata, yang merupakan salah satu staf khusus Menteri ESDM, Sudirman Said.

Ruang tersebut berada di lantai 4 gedung Asean Energy Center, Dirjen Ketenagalistrikan kementerian ESDM. Beruntung saat peristiwa terjadi, Widhyawan sedang tidak ada di tempat.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login