IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » DPR : Alasan Menteri Tidak Ubah Harga BBM Tidak Tepat

DPR : Alasan Menteri Tidak Ubah Harga BBM Tidak Tepat

Written By Indopetro portal on Friday, 2 October 2015 | 13:22

indoPetroNews.com - Anggota Komisi VII DPR, Kurtubi mempermasalahkan alasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said yang menyatakan, demi menyelamatkan keuangan PT. Pertamina (Persero) maka pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM)

"Sudirman Said ingin menutup kerugian Pertamina dengan mempertahankan harga BBM, itu aneh dan tidak pas. Saya kira (Menteri ESDM) enggak tepatlah kalau alasannya seperti itu," tegas Kurtubi di Jakarta, Kamis (1/10).

Menurut Kurtubi, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina memang tidak boleh merugi. Untuk menutup kerugian dari penyaluran BBM bisa dengan solusi lain, seperti memotong deviden bagian pemerintah, atau menyiapkan alokasi khusus di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kalau rugi itu Pertamina memang enggak boleh. Walaupun jual rugi di bawah cost itu kan dalam rangka penugasan. Nah, kerugian itu bisa dibayar lewat cara lain, dengan APBN bisa kan," papar mantan pengamat migas ini.

Anggota dari Partai Nasdem ini justru mencurigai langkah Kementerian ESDM mempertahankan harga BBM, demi mendulang dana yang nantinya digunakan untuk membangun infrastruktur di sektor migas.

"Kan ada laba bersih yang di dapat pemerintah dari penjualan BBM. Ini bisa dipakai untuk membangun infrastruktur, bukan untuk menutupi kerugian Pertamina," tuturnya.

Kurtubi bilang, selama ini, informasi mengenai berbagai kebijakan harga BBM, belum disampaikan dengan gamblang oleh Kementerian ESDM. Di tengah perlambatan ekonomi nasional, seharusnya pemerintah memberikan kebijakan yang mampu mendorong daya beli masyarakat.

"Tentu nanti kami akan panggil Kementerian ESDM untuk menjelaskan," kata Kurtubi.

Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, berdasarkan evaluasi yang dilakukan, harga BBM premium penugasan dan solar subsidi, idealnya dipertahankan. Semua karena pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang cukup signifikan. "Jadi diambilkan kebijakan untuk datar saja," ujarnya.

Sementara, Presiden Joko Widodo justru menginginkan agar harga BBM dan tarif listrik diturunkan. Semuanya demi menumbuhkan daya beli serta mengurangi beban industri.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login