IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » ESDM dan SKK Migas Cari Konsultan Independent Kaji Blok Masela

ESDM dan SKK Migas Cari Konsultan Independent Kaji Blok Masela

Written By Indopetro portal on Wednesday, 7 October 2015 | 15:31

indoPetroNews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mencari konsultan independent untuk mengkaji revisi perencanaan pengembangan (Plant of Development) Blok Masela di Maluku.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja, mengatakan Menteri ESDM Sudirman Said telah memerintahkan Dirjen Migas dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi untuk mencari konsultan independen yang mampu memberikan rekomendasi profesional, terkait PoD Blok Masela.

"Ya, menteri ESDM telah meminta kami untuk mencari konsultan independen dengan reputasi world class," kata Wiratmaja, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/10).

Saran atau masukan dari konsultan independen itu, menjadi rujukan bagi pemerintah dalam mengkaji, evaluasi serta mereview rekomendasi revisi PoD I Blok Masela yang telah dikirimkan SKK Migas kepada Menteri ESDM pada 10 September 2015.

Artinya, Menteri ESDM Sudirman tak ingin salah langkah. Untuk itu, Sudirman ingin ada masukan dari konsultan independen yang mumpuni di bidang ini. "Kajian dari konsultan independen harus mendalam, lantaran Blok Masela memiliki cadangan migas yang cukup besar. Namun permasalahannya juga komplek," ungkap Wiratmaja.

Sekadar informasi, SKK Migas telah mengajukan rekomendasi revisi PoD I Lapangan Abadi, Blok Masela kepada Menteri ESDM, sebagai tindak lanjut permohonan Inpex Masela Limited pada tanggal 12 September 2014 tentang perubahan skenario fasilitas produksi Floating LNG (FLNG) dari 2,5 MTPA menjadi 7,5 MTPA.

Usulan ini diajukan Inpex setelah dilakukan pengeboran pada tahun 2013-2014, cadangannya diidentifikasi jauh lebih besar yaitu 10,37 TCF. "Kalau (FLNG) dipakai untuk 2,5 MTPA kurang ekonomis. Setelah dikaji lagi, Inpex mengusulkan FLNG ukuran 7,5 MTPA," jelas Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.

Mengenai rekomendasi FNLG kepada Menteri ESDM, Amien Sunaryadi mengatakan, secara teknis, waktu yang diperlukan untuk pengembangan Blok Masela di darat maupun laut relatif sama yaitu 45-50 bulan. Selain itu, dari aspek ekonomi, berdasarkan perhitungan tahun 2013, untuk pengembangan di darat dibutuhkan biaya US$ 19,3 miliar. Sedangkan di laut investasinya sebesar US$ 14,8 miliar.

Blok Masela dengan operator PT Inpex Inpex Masela Limited dengan luas area saat ini lebih kurang 4.291,35 km, terletak di Laut Arafura, sekitar 800 km sebelah timur Kupang, Nusa Tenggara Timur atau lebih kurang 400 km di utara kota Darwin, Australia, dengan kedalaman laut 300-1000 meter.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login