IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » ESDM : Penghapusan Subsidi Listrik, Negara Hemat Rp.28 Triliun

ESDM : Penghapusan Subsidi Listrik, Negara Hemat Rp.28 Triliun

Written By kusairi kusairi on Tuesday, 27 October 2015 | 19:29

indoPetroNews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan dihapusnya subsidi listrik akan menghemat Rp28 triliun.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jatmiko mengatakan penghematan liistrik pada 23 juta pelanggan 450 VA dan 900 VA yang salah sasaran ini bisa mencapai Rp28 triliun.

"Penghematannya bisa mencapai Rp28 triliun," kata Jatmiko di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo Blok M, Jakarta, Selasa (27/10).

Nantinya, Jatmiko melanjutkan, penghapusan subsidi listrik itu tidak serta merta dilakukan. Ada pengecekan ulang pelanggan yang dikategorikan miskin berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

"Harga subsidi yang ada di kartu miskinnya. Kartinya kita akan gabungkan dengan TNP2K. Kita akan samakan data kita dan PLN," jelas Jatmiko.

Setelah itu, PLN akan melakukan migrasi pada pelanggan-pelanggan yang dianggap tidak layak. Ada dua migrasi yang diterapkan yakni migrasi harga tarif listrik dan migrasi penguatan daya.

"Migrasi jalan terus. Tidak ganti MCB, tidak apa-apa. Nanti PLN akan melayani. Begitu ada pembagian MCB. Bila tidak ada kartu masuknya ke harga nonsubsidi," tutup Jatmiko.

Berdasarkan data dari PLN data pelanggan yang tidak tepat sasaran berjumlah 23 juta pelanggan. Dari data tersebut termasuk terdiri dari pelanggan 450 VA dan 900 VA. Pelanggan-pelanggan inilah yang direncanakan untuk dimigrasikan.

Untuk harga listrik pelanggan 450 VA sekitar Rp415 per kWh dan pelanggan 900 VA sekitar Rp605 per kWh akan naik menjadi harga keekonomian sekitar Rp1.350 per kWh yang tiap bulan bisa berubah.

Sebelumnya, Pemerintah menyatakan akan mencabut subsidi listrik bagi 23 juta pelanggan pada awal 2016. Menurut data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) jumlah masyarakat tidak mampu, miskin, atau rentan miskin hanya sekitar 24,7 juta keluarga.

Sedangkan data pelanggan PLN golongan 450 VA dan 900 VA yang mendapatkan subsidi listrik sampai saat ini ada 48 juta keluarga. Oleh karenanya, 23 juta keluarga yang tidak terdata di TNP2K akan kehilangan subsidi listriknya di 2016. Ehs
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login