IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Isu Harga BBM Jangan Dijadikan Alat Politik

Isu Harga BBM Jangan Dijadikan Alat Politik

Written By Indopetro portal on Friday, 2 October 2015 | 13:28

indoPetroNews.com - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahean mengatakan isu harga bahan bakar minyak (BBM) jangan dijadikan sebagai alat politik semata.

Keinginan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi untuk menurunkan harga BBM dalam paket kebijakan tahap ketiga sebaiknya jangan jadi alat politik semata. Ferdinand bilang, mestinya Presiden mestinya mengkaji secara konpeherensif dan cermat.

"Jangan cuma menurunkan harga hanya untuk kepentingan politik karena akan jadi percuma dan sia sia jika pasar ternyata tidak merespon kebijakan penurunan harga BBM tersebut," ujar Ferdinand, di Jakarta, Jumat (2/10).

Selain itu, lanjut Ferdinand, pemerintah harus menghitung secara cermat berapa besaran harga yang akan diturunkan supaya punya dampak terhadap masyarakat, dan jangan hanya mengumumkan penurunan harga BBM tanpa diikuti kebijakan lainnya dari kementerian terkait.

Menurut Ferdinand, jika penurunan harga BBM tidak diikuti oleh kebijakan dari Kemenhub untuk meninjau ongkos transportasi, penurunan harga BBM akan sia-sia. Demikian juga jika tidak diikuti kebijakan lanjutan dari Kementerian Perdagangan dan Kementrian Perindustrian maka percuma menurunkan harga BBM.

"Maka itu Presiden harus perintahkan kementerian terkait untuk menindaklanjuti kebijakan penurunan harga BBM dengan kebijakan yang eksekusional dari kementrian terkait," ujarnya.

Ferdinand mengatakan, selama ini hal ini cenderung diabaikan sehingga penurunan harga BBM tidak menurunkan harga bahan pokok dipasar dan tidak turunnya ongkos transportasi. Ini sangat penting supaya kebijakan ini tidak terkesan hanya pencitraan politik semata.

Untuk itu, pemerintah juga tidak boleh menjadikan pertamina sebagai korban dari politik BBM dengan memaksa Pertamina menjual rugi BBM tanpa ada dana stabilisasi BBM atau kebijakan lain untuk menutupi kerugian Pertamina, yang harus menjual BBM dibawah harga keekonomian.

"Kami melihat jika penurunan harga ini ingin punya dampak ditengah masyarakat maka penurunan harga harus berkisar minimum 5-10%, jika dibawah itu maka dampaknya tidak akan ada dan lebih baik tidak usah diturunkan karena tidak membawa manfaat," tutup Ferdinand. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login