IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Kritik Keras DPR : Harga BBM Harusnya Rp.6.500

Kritik Keras DPR : Harga BBM Harusnya Rp.6.500

Written By kusairi kusairi on Wednesday, 21 October 2015 | 13:36

indoPetroNews.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terus mengritisi dengan keras kebijakan pemerintah terkait PT Pertamina (Persero) yang masih saja terus mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium.

Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika mengatakan meski Pertamina menanggung rugi akibat sempat menjual BBM di bawah harga keekonomian, seharusnya masyarakat tidak perlu memikul kerugian tersebut.

"Kalau kemarin di bilang premium engak turun karena Pertamina rugi, enggak sesuai dengan mekanisme keuangan negara, jangan sampai rakyat yang harus menanggung," kata Kardaya di Jakarta, Selasa (20/10).

Menurut Kardaya, kerugian Pertamina menjual BBM sepatutnya ditanggung pemerintah. Bukan seperti yang terjadi saat ini, harga jual BBM justru dipaksa bertahan meski harga minyak mentah dunia menurun.

"Nah kalau kerugian ditutupi dengan harga jual ke masyarakat. Lalu masyarakat yang harusnya menikmati harga rendah itu, enggak ada mekanismenya," kata Kardaya.

Selanjutnya, mantan Kepala BP Migas (SKK Migas, sekarang) ini, melakukan penghitungan berdasarkan kondisi harga indeks pasar pembentuk banderol dasar BBM. Didapati harga BBM premium sejatinya hanya dibanderol Rp5.094 per liter, sebelum ditambah biaya pengiriman dan marjin.

"Saya coba cek ke data, disebutkan bahwa BBM premium di bunker US$60 per barel. Kalau dikonversi ditambah ongkos dan marjin SPBU itu Rp 6.500 per liter," ujar Kardaya.

Karena itu, Kardaya meminta kepada pemerintah dan Pertamina lebih transparan terhadap seluruh komponen pembentuk harga dasar BBM. Jangan sampai komoditas yang dipakai dan merupakan hajat hidup orang banyak justru diperlakukan hanya untuk mencari untung.

"Nah ini karena premium ini hajat hidup orang banyak harus transparan. Artinya rakyat dan konsumen bisa perkirakan akan naik atau turun. Minimal itu, parameternya transparan," tutup Kardaya. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login