IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pengamat : Harusnya Harga BBM Turun

Pengamat : Harusnya Harga BBM Turun

Written By Indopetro portal on Monday, 5 October 2015 | 12:13

indoPetroNews.com - Pengamat energi, Pri Agung Rakhmanto, mengatakan seharusnya dengan kondisi harga minyak dunia di kisaraan US$50 per barel dan kurs rupiah Rp14.500, harga premium harusnya berada di kisaran Rp6.500-Rp7.000 per liter. Dalam perhitungan tersebut sudah menggunakan HIP (harga indeks pasar) +alpha+ pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB).

"Harusnya sudah bisa turun sejak Agustus. Saat itu, kurs US$14.000 dan harga minyak US$40 per barel ditambah alpha, Premium harusnya Rp6.000 per liter," ujar Pri Agung di Jakarta, Senin (5/10).

Selama ini, pemerintah tidak merevisi harga BBM karena harga patokan minyak Singapuran/Mean of Platts Singapore (MOPS) masih tinggi. Menurut Pri Agung, penggunaan MOPS yang masih tinggi tersebut justru menjadi pertanyaan, karena pengadaan BBM melalui Integreted Supplai Chain (ISC), dan bisa menekan harga, namun kenyataannya sama saja.

Sebagaimana diketahui, sejak Agustus lalu, harga minyak dunia sudah berada dilevel US$40 per barel, namun pemerintah belum juga menurunkan harga BBM jenis premium. Padahal, sejak 1 Januari 2015 lalu, harga Premium sudah mengikuti harga pasar, yang artinya ketika harga minyak dunia naik, maka harga Premium akan naik, ketika harga minyak dunia turun harga Premium juga akan turun.

Hingga saat ini, harga premium untuk Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) masih Rp 7.400 per liter, sedangkan di luar wilayah Jamali Rp 7.300 per liter.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login