IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » PGN Masih Tersangkut Masalah Internal, Pipanisasi Sulit Terwujud

PGN Masih Tersangkut Masalah Internal, Pipanisasi Sulit Terwujud

Written By Indopetro portal on Wednesday, 14 October 2015 | 12:08

indoPetroNews.com - Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi, mengatakan proyek pipanisasi gas yang digagas Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli tampaknya sulit terwujud. Pasalnya perusahaan BUMN yang diutus menjadi pelaksana proyek tersebut yakni PT Perusahaan Gas Negara (PGN) masih tersangkut banyak persoalan internal.

Menurut Adhi proyek pipanisasi memang akan menguntungkan masyarakat banyak, namun dirinya memaksa agar para pejabat penting di perusahaan Gas BUMN ini segera dibersihkan dari praktik korupsi.

"Perlu pembersihan dulu di tubuh PGN sebelum program pipanisasi dijalankan," kata Adhie yang juga anggota senior Indonesia Resources Studies (Iress) ini, di Jakarta, Selasa (13/10).

Adhie mengatakan, dirinya mendapat laporan dari internal PGN soal dugaan KKN yang melibatkan seorang pejabat di BUMN tersebut. Pejabat tersebut diduga memberikan margin tambahan senilai USD 1-2 per MMBTU kepada perusahaan swasta di Jawa Timur yang menjual gas alokasi Pemda ke PGN. Akibatnya, pelanggan harus menangggung beban mahalnya harga gas. Diperkirakan, kerugian negara mencapai 3 juta dolar AS (sekitar Rp 40 miliar).

"Bisa dipastikan, uang bancakan itu disetorkan kepada para petinggi negara dan politisi di Jakarta," ujar Adhie.

Kasus lain yang menjadi perhatian Adhie adalah dugaan pembelian gas oleh PGN melalui para calo. Lokasinya masih di Jatim, sekitar tahun 2013-2014. PGN diduga membeli gas sebanyak 75 BBTUD melalui makelar yang terkait elit politik. Padahal, akan lebih murah jika PGN langsung membeli ke Pertamina.

"Akibat praktik ini, pada tahun 2013-2014, PGN mengalami kerugian 50 juta dolar AS (sekitar Rp 800 miliar). Sedangkan keuntungan para makelar trader mencapai 80 juta dolar AS," katanya.

Dugaan praktik KKN juga ada dalam proyek Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Lampung. Nilai investasi proyek FSRU PGN sudah di-mark up hingga 200% dan mencapai USD 250 juta. Kini, FSRU itu mangkrak. Konyolnya, PGN malah harus keluar uang untuk penyewaan tug boat senilai USD 300 ribu per hari. Ini jelas proyek akal-akalan.

Karena itu jubir Presiden era Gus Dur itu menegaskan, penegak hukum harus segera mengusut kasus KKN di PGN. Menurut Adhie, pembersihan PGN mutlak diperlukan untuk menjamin upaya Menko Rizal Ramli yang ingin mengoptimalkan manfaat gas alam untuk kemakmuran rakyat bisa terwujud.

Sebelumnya, Menko Maritim, Rizal Ramli menyatakan niat membangun jaringan pipa gas ke masyarakat, karena Indonesia punya cadangan gas bumi yang cukup hingga 70 tahun lebih. Menko Rizal juga meminta pengembangan pembangunan kilang LNG Blok Masela menggunakan fasilitas pipanisasi, bukan menggunakan teknologi floating unit yang hanya akan merugikan bangsa Indonesia. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login