IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Premium Batal Turun Karena Komitmen Pengalihan Subsidi

Premium Batal Turun Karena Komitmen Pengalihan Subsidi

Written By Indopetro portal on Saturday, 10 October 2015 | 14:32

indoPetroNews.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium batal diturunkan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan hal tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam kebijakan pengalihan subsidi.

Hasil paket kebijakan ekonomi jilid III, merupakan bentuk konsistensi pemerintahan Joko widodo-JK dalam hal pengalihan subsidi energi ke sektor produktif. "Pesannya Presiden kan konsisten kepada kebijakan pengalihan subsidi," tutur Sudirman di Jakarta, Kamis (8/10).

Dengan konsekuensi itu, Sudirman bilang, pemerintah tetap menjaga kestabilan harga BBM Premium. Di samping itu, Presiden Joko Widodo, turut memberi arahan agar tetap menjaga komitmen pengalihan subsidi sektor energi.

"Jadi jangan membebani korporasi, jangan membebani Pertamina dan biarkan akhirnya harga keekonomian itu bisa diterima oleh masyarakat," ujar Sudirman.

Sementara, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, pihaknya segera merespon perintah presiden untuk melakukan hitung ulang harga BBM premium.

Dalam diskusi yang digelar beberapa saat sebelum pengumuman paket kebijakan jilid III, muncul beberapa opsi yang menghasilkan penurunan harga BBM. Salah satu opsi yang mengemuka adalah efisiensi di Pertamina. Dengan cara ini, diyakini bisa menekan harga jual BBM.

"Semua opsi dibahas. Kemudian juga bahas mengenai bisa enggak Pertamina efisien. Jadi marjin Pertamina (penjualan BBM) diturunkan," kata Wiratmaja.

Selain itu, usulan Pertamina terkait penurunan pajak pertambahan nilai (PPN) 10% dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5-10%. Adapula opsi agar BBM yang diturunkan adalah solar, sementara premium tetap. Alasannya, 90% pengguna premium adalah kendaraan pribadi, sementara 90% pengguna solar adalah transportasi barang dan penumpang.

Kelihatannya, opsi terakhir yang menang. Alhasil, pemerintahan Joko Widodo hanya menurunkan harga solar Rp 200 per liter, sementara premium tetap. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login