IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » RUU APBN Terancam Molor Akibat PMN

RUU APBN Terancam Molor Akibat PMN

Written By Indopetro portal on Thursday, 29 October 2015 | 19:23

indoPetroNews.com - Pengesahan Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RUU-APBN) 2016, terancam molor. Pasalnya pada masing-masing komisi di DPR mempermasalahkan besaran penyertaan modal negara (PMN) untuk perusahaan-perusahaan pelat merah yang dinilai terlalu besar dengan besaran Rp44,48 triliun.

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Ahmadi Noor Supit menekankan, sebenarnya pembahasan di Banggar sudah tidak ada masalah. Alias tidak ada yang perlu diubah lagi dari penetapan postur sementara.

Padahal perusahaan-perusahaan tersebut memiliki keuangan yang bagus. Jika hal tersebut dibandingkan dengan anggaran kesejahteraan rakyat seperti dana desa sebesar Rp47 triliun yang dikatakan kecil.

"PMN itu banyak disorot karena ada fungsi pengawasan kita terhadap pemerintah, bukan kemudian ini enggak boleh itu enggak boleh," kata Ahmadi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).

Kemudian juga terkait dengan perubahan asumsi pertumbuhan ekonomi menjadi 5,3 persen dari usulan awal 5,7 persen serta target harga minyak (ICP) jadi USD50 per barel dari USD60 per barel berakibat pada pengurangan target pendapatan negara yang ujungnya membuat beberapa anggaran belanja terpangkas, termasuk usulan anggaran dari komisi.

"Tiap komisi minta Rp274 triliun, itu enggak mungkin, dipenuhi dari mana uangnya. Posisi Banggar kan harus dilihat bersama pemerintah," katanya.

Ahmadi menegaskan ketidakpuasan terhadap perubahan tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk membuat tidak adanya keputusan.

"Posisi kita adalah sekarang menerima atau menolak saja. Kalau ada pembahasan, terus perubahan sedikit demi sedikit itu artinya ada pembahasan yang saling menerima masukan saja," ujarnya.

Diketahui DPR menunda pengesahan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RUU APBN) 2016 menjadi UU APBN 2016 dari yang seharusnya diparipurnakan pada 22 Oktober menjadi 30 Oktober 2015. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login