IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » SKK Migas : Negara Masih Butuh Asing

SKK Migas : Negara Masih Butuh Asing

Written By Indopetro portal on Wednesday, 7 October 2015 | 15:36

indoPetroNews.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dinilai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli tidak bersikap independent dalam proyek pembangunan fasilitas pengolahan gas bumi di Blok Masela, Maluku.

Menurut Rizal Ramli, SKK Migas telah merekomendasikan kepada Kementerian Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun floating LNG terapung dibandingkan pipanisasi di Blok tersebut. Dengan begitu Rizal kecewa kepada SKK Migas yang tidak bersikap independent

"Saya betul-betul kecewa SKK Migas gajinya udah tinggi-tinggi tapi gak pernah berfikir independen," kata Rizal saat acara Seminar Kesiapan Bangsa dan Strategi Menghadapi Krisis Energi Nasional di Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu (7/10).

Kata Rizal, rekomendasi SKK Migas terkait pembangunan floating LNG pada Blok Masela merupakan hasil dari kajian perusahaan asing. Seharusnya, sebagai Lembaga Kepemerintahan, SKK Migas tidak perlu menelan mentah-mentah usulan perusahaan asing tersebut.

"Kami lebih senang bangunnya di darat, pasti lebih murah dari teknologi baru, dan kedua akan ada industri turunannya, seperti petrokimia," tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Humas SKK Migas, Ellan Biantoro mengaku sepemikiran dengan Menko Kemaritiman, bahwa kontraktor harusnya hanya mendapatkan hasil dari sisi ekonomisnya.

"Saya sepakat, kontraktor hanya mendapat sisi ekonomisnya. Saya sangat setuju dengan Pak Rizal Ramli tadi, bahwa jangan sampai kita dikendalikan oleh perusahaan asing dan jangan sampai ada yang eksplorasi yang justru merugikan bangsa Indonesia," kata Ellan.

Namun demikian, Ellan juga mengakui jika Indonesia tetap masih membutuhkan bantuan perusahaan asing. Hal tersebut menurut Ellan, agar Negara tidak terbebani dengan biaya eksplorasi dan lainnya.

"Tidak dipungkiri, kita masih perlu uluran tangan mereka (perusahaan asing) agar tetap mau berinvestasi di Indonesia. Kita tidak keluar uang sama sekali. Biaya oleh mereka sendiri. Pada saat mereka berhasil dan ekonomis, negara mengganti dengan produk (minyak atau gas) yang dihasilkan. Kalau mereka tidak berhasil, negara tidak (mengganti)," ungkapnya.

Elan memaparkan, besarnya pemenuhan kebutuhan minyak bumi tiap tahunnya masih belum lepas dari peran perusahaan asing. "Setiap tahun kebutuhan kita sebesar 2,9 juta setara barel minyak bumi atau bauran energi 49,7% dan gas sebesar 20,1%. Maka minyak dan gas masih sangat dominan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat kita," terang Elan.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login